Ribuan warga Turki memadati jalanan ibu kota Ankara pada Sabtu (24/5/2025), memprotes keputusan pengadilan yang memecat Ozgur Ozel dari jabatan ketua Partai Rakyat Republikan (CHP), partai oposisi terbesar di negara itu. Unjuk rasa besar-besaran ini menandai eskalasi terbaru dari krisis politik internal yang membelah CHP—sekaligus mencerminkan ketegangan struktural antara oposisi dan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menjelang pemilihan presiden 2028.
Putusan Pengadilan Ankara pada 21 Mei lalu membatalkan kongres CHP tahun 2023 yang memilih Ozel sebagai ketua partai, dengan alasan adanya pelanggaran prosedural. Keputusan tersebut juga mengembalikan secara sementara posisi ketua kepada Kemal Kilicdaroglu, pendahulu Ozel yang kontroversial dan kalah dalam pemilihan presiden 2023 melawan Erdogan. Bagi pendukung Ozel, putusan ini bukan sekadar persoalan internal partai—melainkan campur tangan politik yang dirancang untuk menghalangi langkah Ozel menantang Erdogan tiga tahun mendatang.
Demonstrasi Sabtu ini menjadi ujian kekuatan basis dukungan Ozel di tengah kekacauan internal CHP. Ribuan pendukung berbaris dari pusat kota menuju Anitkabir, makam pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk, yang juga merupakan simbol identitas CHP sebagai partai sekular warisan republik. Narasi ini bukan hanya tentang siapa yang sah memimpin CHP—tetapi juga tentang apakah oposisi Turki mampu bertahan sebagai kekuatan politik yang koheren di hadapan tekanan yudisial dan politik yang terus meningkat.
Latar Belakang: Krisis Kepemimpinan CHP dan Putusan Pengadilan
Partai Rakyat Republikan (CHP), didirikan oleh Ataturk pada 1923, adalah partai tertua dan pilar utama oposisi sekuler di Turki. Namun dalam dekade terakhir, CHP mengalami serangkaian kekalahan elektoral yang melemahkan posisinya, termasuk kekalahan telak Kemal Kilicdaroglu dari Erdogan pada Pilpres 2023. Kegagalan itu mendorong dorongan internal untuk regenerasi kepemimpinan.
Ozgur Ozel, seorang politisi berusia 50 tahun yang sebelumnya menjabat wakil ketua CHP, muncul sebagai tokoh reformis yang menjanjikan energi baru. Dalam kongres partai November 2023, Ozel terpilih sebagai ketua umum CHP, mengalahkan Kilicdaroglu. Kemenangannya disambut sebagai momen pergantian generasi—langkah keluar dari bayang-bayang kekalahan berulang Kilicdaroglu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.