Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Robby Al Hilmi Terbang 4,81 Detik Raih Perak Dunia Madrid

Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi kompetisi speed climbing World Series Madrid 2026
(Ilustrasi: AI)

Antasyafi Robby Al Hilmi membuktikan kualitas panjat tebing Indonesia di pentas dunia. Di World Climbing Series Madrid 2026 yang digelar di Alcobendas, Spanyol, atlet muda Indonesia ini meraih medali perak nomor speed putra setelah pertarungan ketat melawan atlet-atlet terbaik dunia, Senin dini hari WIB.

Dalam final perebutan emas, Robby mencatat waktu 4,81 detik, hanya kalah tipis dari juara China Shuhong Chu yang mencetak 4,75 detik. Selisih 0,06 detik menentukan posisi akhir dalam cabang olahraga yang menuntut kecepatan refleks dan ketepatan teknik sempurna. Prestasi ini menjadi satu-satunya medali yang dibawa pulang kontingen Indonesia dari Madrid.

Perjalanan Menuju Podium

Robby menempuh perjalanan panjang untuk mencapai final. Di babak 16 besar, ia langsung menunjukkan performa solid dengan mencatatkan waktu 4,91 detik untuk mengalahkan wakil China Ziyu Zhou. Kecepatan konsisten menjadi kunci Robby melaju ke babak selanjutnya.

Perempat final menghadirkan tantangan berbeda ketika ia berhadapan dengan atlet Amerika Michael Hom. Robby mencatat waktu 5,27 detik, jauh lebih cepat dari Hom yang hanya mampu mencetak 6,60 detik. Dominasi waktu ini mengantarkan Robby ke semifinal dengan percaya diri tinggi.

Semifinal menjadi laga paling dramatis dalam perjalanan Robby. Menghadapi atlet Amerika Zach Hammer, ia mencatatkan waktu terbaiknya sepanjang kompetisi: 4,72 detik. Hanya selisih 0,06 detik dari Hammer memastikan Robby lolos ke final dengan posisi kuat sebagai calon peraih medali.

Wakil Indonesia Lain Terhenti Lebih Awal

Berbeda dengan Robby, dua atlet putra Indonesia lainnya tidak mampu melangkah lebih jauh. Veddriq Leonardo, yang diunggulkan, terhenti di babak 16 besar setelah mengalami jatuh (Fall) saat berkompetisi dengan atlet Italia Matteo Zurloni. Insiden ini menjadi pukulan besar bagi tim Indonesia yang menargetkan lebih dari satu medali.

Raharjati Nursamsa menunjukkan perjuangan lebih panjang dengan berhasil melaju ke perempat final. Namun, ia kandas di babak delapan besar karena Fall saat berkompetisi dengan wakil China Jie Yang. Dua insiden Fall ini menggarisbawahi tingkat kesulitan dan tekanan mental yang dihadapi atlet panjat tebing di level kompetisi dunia.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda