Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

AS dan Iran Kirim Sinyal Berbeda soal Gencatan Senjata Lebanon

Pasukan penjaga perdamaian PBB memantau zona perbatasan Lebanon-Israel di tengah ketegangan gencatan senjata
Foto: Daniel Torok / Wikimedia Commons (Public domain)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (2/6/2026) menyatakan telah mencapai kemajuan dalam perundingan gencatan senjata Lebanon, mengklaim bahwa Israel dan Hezbollah sepakat menghentikan serangan militer. Namun hampir bersamaan, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan tidak langsung dengan Washington setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk terus beroperasi lebih dalam ke wilayah Lebanon selatan. Dua sinyal kontradiktif ini menciptakan ketidakpastian baru di tengah upaya diplomatik yang telah berlangsung berbulan-bulan untuk mengakhiri konflik yang terus menewaskan warga sipil.

Pernyataan Trump melalui media sosial mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan “perwakilan tingkat tinggi” Hezbollah, di mana kedua belah pihak “mengindikasikan kesediaan untuk menghentikan serangan.” Trump juga menyebut bahwa pasukan Israel yang sedang menuju Beirut telah “diperintahkan kembali,” dan bahwa “semua penembakan akan berhenti.” Namun klaim ini segera diperumit oleh laporan dari kedutaan Lebanon di Washington yang menyebut bahwa kesepakatan hanya mencakup penghentian serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, bukan penarikan pasukan dari Lebanon selatan.

Sementara itu, Perdana Menteri Netanyahu dalam pernyataannya di platform X menegaskan bahwa militer Israel “akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan,” tanpa memberikan klarifikasi eksplisit apakah ia telah menyetujui proposal AS untuk menghentikan serangan di Beirut selatan. Netanyahu menambahkan bahwa ia telah menyampaikan kepada Trump bahwa “jika Hezbollah tidak berhenti menembaki kota dan warga kami, Israel akan menyerang target teroris di Beirut.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa posisi Israel tetap conditional dan belum sepenuhnya berkomitmen pada gencatan senjata penuh.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Gencatan Senjata

Konflik terkini antara Israel dan Hezbollah merupakan eskalasi terbaru dari ketegangan yang telah berlangsung puluhan tahun di perbatasan Lebanon-Israel. Pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), telah ditempatkan di wilayah tersebut sejak 1978 sebagai buffer zone, namun kehadirannya tidak cukup mencegah serangkaian konflik bersenjata yang berulang. Eskalasi terkini dimulai beberapa bulan lalu setelah serangkaian serangan roket Hezbollah ke wilayah utara Israel, yang dijawab dengan serangan udara Israel ke Lebanon selatan dan pinggiran Beirut.

Halaman:1234Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda