Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas

Ilustrasi tim forensik menyelidiki lokasi ledakan bom Perang Dunia II di bawah rumah panggung Biak Numfor Papua
(Ilustrasi: AI)

Ribuan bom, granat, peluru artileri, dan ranjau laut ditinggalkan tanpa pernah dibersihkan secara sistematis. Selama puluhan tahun, warga setempat hidup berdampingan dengan bahaya tersembunyi ini. Beberapa kasus ledakan serupa pernah terjadi di berbagai titik di Papua, Maluku, dan Sulawesi Utara—wilayah-wilayah yang juga menjadi zona konflik intens pada masa perang.

Organisasi Kesehatan Dunia dan lembaga internasional lainnya telah berulang kali mengingatkan bahwa UXO adalah ancaman kemanusiaan jangka panjang yang membutuhkan penanganan khusus. Di berbagai negara bekas medan perang seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja, program pembersihan amunisi masih berlangsung puluhan tahun setelah konflik berakhir. Indonesia, khususnya wilayah timur, belum memiliki program pembersihan UXO yang komprehensif dan terstruktur.

Respons Pemerintah dan Urgensi Pembersihan Amunisi

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Pemerintah Provinsi Papua menyatakan duka mendalam atas kejadian ini dan berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban. Namun, respons insidentil tidak cukup. Kejadian ini memicu desakan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menyusun roadmap pembersihan sistematis wilayah-wilayah bekas medan perang.

Program pembersihan UXO memerlukan keahlian khusus, peralatan canggih, dan anggaran besar. Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) TNI memiliki kapasitas untuk menangani amunisi berbahaya, namun cakupan geografis yang luas dan minimnya pemetaan lokasi UXO menjadi tantangan besar. Dibutuhkan survei komprehensif, edukasi publik, dan kolaborasi dengan organisasi internasional yang berpengalaman dalam demining.

Di tingkat lokal, pemerintah daerah perlu segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya UXO, cara mengenali tanda-tanda keberadaan amunisi, dan prosedur pelaporan jika menemukan benda mencurigakan. Masyarakat harus diperingatkan untuk tidak menggali, memindahkan, atau mengutak-atik benda logam mencurigakan yang ditemukan di tanah atau perairan.

Dampak Psikologis dan Sosial bagi Masyarakat Lokal

Selain ancaman fisik, keberadaan UXO menciptakan trauma psikologis bagi masyarakat yang hidup di wilayah bekas medan perang. Ketakutan akan ledakan mendadak membatasi aktivitas ekonomi, pertanian, dan pembangunan infrastruktur. Banyak lahan potensial tidak dapat dimanfaatkan karena risiko amunisi terpendam.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda