Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas

Ilustrasi tim forensik menyelidiki lokasi ledakan bom Perang Dunia II di bawah rumah panggung Biak Numfor Papua
(Ilustrasi: AI)

Anak-anak yang tumbuh di wilayah ini menghadapi risiko tinggi, terutama saat bermain atau membantu orang tua di ladang. Beberapa insiden di masa lalu melibatkan anak-anak yang secara tidak sengaja memicu ledakan saat menggali atau bermain di area terbuka. Edukasi keselamatan sejak dini menjadi krusial untuk mencegah korban lebih banyak.

Komunitas lokal juga membutuhkan dukungan psikososial pasca-insiden seperti ini. Trauma kolektif akibat kehilangan anggota keluarga dan teman dalam ledakan mendadak memerlukan pendampingan profesional. Pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan perlu menyediakan layanan konseling dan dukungan pemulihan bagi keluarga korban dan saksi mata.

Pelajaran bagi Kebijakan Keselamatan Nasional

Tragedi di Biak Numfor adalah pengingat bahwa ancaman keamanan tidak selalu datang dari konflik kontemporer. Warisan masa lalu, jika diabaikan, dapat menjadi bencana kemanusiaan. Indonesia perlu belajar dari negara-negara lain yang serius menangani UXO melalui pendekatan sistematis, melibatkan teknologi pemetaan, pelatihan tenaga ahli, dan kampanye kesadaran publik yang masif.

Kementerian Pertahanan dan TNI perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk program pembersihan UXO di wilayah-wilayah prioritas seperti Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Timur. Kolaborasi dengan organisasi internasional seperti Geneva International Centre for Humanitarian Demining (GICHD) atau HALO Trust dapat mempercepat proses dan transfer pengetahuan.

Di tingkat legislatif, DPR perlu mendorong penyusunan regulasi khusus tentang penanganan UXO sebagai bagian dari kebijakan keselamatan nasional. Regulasi ini harus mencakup standar pembersihan, mekanisme pelaporan, sanksi bagi pihak yang mengabaikan protokol keselamatan, dan jaminan kompensasi bagi korban insiden UXO.

Masyarakat Biak Numfor dan wilayah bekas medan perang lainnya berhak untuk hidup tanpa ancaman amunisi tersembunyi. Tragedi ini harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk mengambil langkah konkret, bukan hanya respons reaktif saat bencana terjadi. Keselamatan warga adalah tanggung jawab negara, termasuk melindungi mereka dari bahaya yang ditinggalkan konflik global puluhan tahun silam.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda