Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Senator Cory Booker Kritik Kandidat Senat AS Graham Platner

Suasana kampanye pemilu Senat AS dengan podium dan bendera Amerika
Foto: MAINEiac4434 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Gertner, dalam pernyataannya menanggapi bocoran pesan-pesan pribadi tersebut, mengkritik keras mantan staf kampanye yang membocorkan informasi intim keluarganya. “Saya mempercayakan detail-detail sangat pribadi tentang pernikahan saya kepada seseorang yang saya anggap sebagai teman,” ujar Gertner. “Saya mempercayai orang ini dengan bab paling privat dari kehidupan kami—masa-masa awal pernikahan kami sebelum kampanye apa pun terlintas dalam pikiran kami.”

Ia juga mengungkapkan bahwa pasangan tersebut telah menjalani konseling pernikahan setelah insiden penemuan pesan-pesan tersebut, menandakan upaya internal untuk memperbaiki hubungan mereka di luar sorotan publik.

Implikasi Politik bagi Partai Demokrat

Skandal Platner terjadi pada momen yang sangat krusial bagi Partai Demokrat. Pemilu sela November 2026 merupakan ujian penting di tengah tahun kedua kepresidenan Donald Trump yang masih menuai kontroversi. Demokrat membutuhkan kemenangan besar untuk merebut mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (House) dan Senat, yang saat ini dikuasai Partai Republik.

Senator Booker, dalam wawancara yang sama, menekankan urgensi strategis pemilu ini. “Begitu banyak yang dipertaruhkan pada Demokrat yang mengambil alih kendali” Kongres dari partai presiden Republik, kata Booker. Ia menyinggung berbagai isu domestik yang memburuk, termasuk kenaikan harga-harga barang konsumen dan harga bensin yang melonjak di tengah perang AS dengan Iran yang masih belum terselesaikan.

“Jika kita tidak mendapatkan suara-suara yang diperlukan untuk menguasai House dan Senat, kita akan terus memiliki presiden yang tidak terkendali,” tambah Booker, menggarisbawahi ketegangan politik yang memuncak.

Dalam konteks ini, kampanye Platner bukan sekadar pertarungan lokal di Maine. Kursi Senat yang diperebutkan dari Senator petahana Susan Collins—seorang Republik moderat yang telah menjabat sejak 1997—adalah salah satu dari sejumlah kecil kursi Republik yang dianggap bisa direbut Demokrat. Kegagalan atau keberhasilan Platner dapat mempengaruhi keseimbangan kekuasaan di Senat secara keseluruhan.

Gubernur Maine Janet Mills, seorang Demokrat yang sempat dipertimbangkan sebagai pesaing kuat, mengundurkan diri dari pencalonan pada April 2026, meninggalkan Platner sebagai calon presuntif jelang pemilihan pendahuluan internal partai (primary) yang dijadwalkan 9 Juni 2026. Keputusan Mills mundur—meskipun belum dijelaskan alasannya secara resmi—kini terlihat lebih kompleks mengingat skandal yang menimpa Platner.

Halaman:1234Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda