Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

BNPB: Angin Kencang Ancam Perluas Kebakaran 19 Hektare di Aceh

Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan vegetasi di Provinsi Aceh
(Ilustrasi: AI)

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Aceh menghadapi tantangan serius. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan kondisi cuaca panas disertai embusan angin kencang berpotensi memperluas sebaran api yang kini masih membakar sedikitnya 19 hektare lahan di tiga kabupaten. Peringatan ini muncul setelah tim gabungan berjuang keras sejak akhir pekan lalu untuk mengendalikan api yang terus membara di lapisan bawah tanah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa kombinasi cuaca kering dengan angin kencang menciptakan kondisi ideal bagi percepatan rambatan api. Vegetasi lahan yang mengering akibat paparan panas berkepanjangan menjadi bahan bakar mudah terbakar, sementara angin berperan sebagai akselerator yang menyebarkan percikan api ke area yang lebih luas.

Nagan Raya Jadi Wilayah Terparah

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat eskalasi titik api terbesar terkonsentrasi di Kabupaten Nagan Raya dengan luasan lahan terbakar sementara mencapai 17 hektare. Angka ini menjadikan Nagan Raya sebagai episentrum kebakaran di Aceh saat ini, melampaui dua kabupaten lainnya yang juga terdampak.

Kebakaran di Nagan Raya melanda dua wilayah berbeda secara bersamaan. Kawasan Gampong Kayee Uneo di Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng di Kecamatan Tripa Makmur sama-sama dilanda amukan si jago merah. Tim gabungan mengerahkan dua mesin pompa air untuk memblokade pergerakan api, berupaya mencegah perluasan ke pemukiman dan area perkebunan warga.

Strategi pemblokiran menjadi prioritas mengingat karakteristik vegetasi di kawasan tersebut yang didominasi semak belukar dan tanaman kering. Tanpa pembatas yang efektif, api dapat merambat dengan cepat mengikuti arah angin, mengancam ratusan hektare lahan produktif di sekitarnya.

Bara Bawah Tanah Hambat Pemadaman di Aceh Barat

Kabupaten Aceh Barat mengalami tantangan berbeda namun tidak kalah serius. Kebakaran yang menghanguskan sedikitnya dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, tampak sudah mereda di permukaan. Namun realitas di bawah tanah bercerita lain.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa operasi pemadaman darat di Aceh Barat masih terus bergulir lantaran bara api di lapisan bawah tanah belum sepenuhnya padam. Fenomena ini dikenal sebagai ground fire atau kebakaran bawah tanah, di mana api membakar material organik seperti gambut atau humus yang tertimbun di bawah permukaan.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda