Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kolom Abu 2.000 Meter ke Timur Laut

Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat dengan kolom abu vulkanik tinggi ke arah timur laut
Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat dengan kolom abu vulkanik tinggi ke arah timur laut. (Ilustrasi: AI)

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi 2.000 meter di atas puncak. Letusan yang terjadi pukul 08.42 WIB ini menjadi pengingat bahwa salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tersebut masih dalam fase aktivitas tinggi yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat sekitar.

Ahmad Rifandi, petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, melaporkan kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal terlihat condong ke arah timur laut, berpotensi memengaruhi wilayah-wilayah di jalur sebaran tersebut. Erupsi berlangsung relatif singkat namun intens, dengan durasi tercatat sekitar 1 menit 25 detik.

Detail Aktivitas Vulkanik Terkini

Data seismik yang tercatat di Pos Pemantau Gunung Api menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter selama erupsi berlangsung. Parameter ini mengindikasikan kekuatan letusan yang cukup signifikan, meski masih dalam kategori erupsi freatik atau magmatik skala kecil hingga menengah yang umum terjadi di Gunung Marapi.

Sepanjang Sabtu, 30 Mei 2026, petugas mencatat hanya satu kali gempa letusan. Meski frekuensi letusan terbilang rendah pada hari tersebut, pola erupsi Gunung Marapi yang sering kali terjadi secara sporadis mengharuskan kewaspadaan tetap tinggi. Gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut ini memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik yang tidak selalu mengikuti pola reguler.

Konteks Historis dan Ancaman Lahar Dingin

Gunung Marapi tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan lebih dari 50 kali letusan tercatat sejak abad ke-18, gunung ini memiliki periode aktivitas yang berulang dengan interval bervariasi. Erupsi terbesar dalam sejarah modern terjadi pada 1979, menewaskan puluhan pendaki dan penduduk lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Marapi menunjukkan fase aktivitas meningkat, dengan beberapa erupsi kecil hingga menengah yang terjadi sejak 2024. Kejadian ini menempatkan wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, yang berbatasan langsung dengan kawasan gunung, dalam zona waspada berkelanjutan.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda