Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Target Stunting 17,5 Persen, Menkes Tekankan Peran Susu

Ilustrasi program pencegahan stunting dengan fokus pada asupan nutrisi susu untuk anak Indonesia
Ilustrasi program pencegahan stunting dengan fokus pada asupan nutrisi susu untuk anak Indonesia. (Ilustrasi: AI)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan target penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 17,5 persen. Dalam upaya mencapai angka tersebut, Menteri Kesehatan menekankan pentingnya konsumsi susu sebagai salah satu intervensi nutrisi strategis dalam mencegah gagal tumbuh pada anak-anak Indonesia.

Target ini menjadi bagian dari agenda prioritas nasional dalam mengatasi persoalan gizi buruk yang masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan sumber daya manusia. Stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan, berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi masa depan Indonesia.

Konteks Stunting Nasional dan Target Pemerintah

Prevalensi stunting di Indonesia telah mengalami penurunan bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Data Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan tren penurunan dari angka di atas 30 persen pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menempatkan stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila prevalensinya melebihi 20 persen.

Target 17,5 persen yang ditetapkan Kementerian Kesehatan mencerminkan ambisi pemerintah untuk mencapai standar internasional. Pencapaian target ini memerlukan intervensi multisektoral yang tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, tetapi juga ketahanan pangan, sanitasi, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Stunting bukan sekadar soal tinggi badan anak yang pendek. Kondisi ini mencerminkan kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan otak, kapasitas belajar, produktivitas ekonomi di masa dewasa, dan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Karenanya, penanganan stunting menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas bangsa.

Peran Strategis Susu dalam Pencegahan Stunting

Penekanan Menteri Kesehatan terhadap konsumsi susu bukan tanpa alasan ilmiah. Susu mengandung protein berkualitas tinggi, kalsium, vitamin D, dan berbagai mikronutrien esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal anak. Dalam konteks pencegahan stunting, asupan protein hewani seperti susu memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan linear anak.

Penelitian nutrisi menunjukkan bahwa protein hewani memiliki profil asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati, sehingga lebih efektif mendukung pertumbuhan. Susu juga mudah dicerna dan dapat menjadi sumber nutrisi padat bagi anak-anak yang berisiko mengalami kekurangan gizi.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda