Virus Ebola termasuk dalam keluarga Filoviridae. Penularannya terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau jaringan dari orang atau hewan yang terinfeksi. Masa inkubasi berkisar antara 2 hingga 21 hari.
Gejala awal mirip flu: demam, sakit kepala, nyeri otot. Kemiripan ini sering menyebabkan diagnosis terlambat. Pada tahap lanjut, pasien mengalami pendarahan internal dan eksternal, gagal organ, dan syok yang berujung kematian.
Tradisi Merawat Keluarga Jadi Jalur Penularan
Temuan WHO mengungkap realitas sosial-budaya yang krusial dalam penanganan wabah. Di banyak komunitas Afrika Tengah, tradisi merawat anggota keluarga yang sakit di rumah masih sangat kuat.
Ketika seseorang jatuh sakit, keluarga berkumpul untuk memberikan perawatan. Mereka sering kali tidak memahami risiko penularan atau tidak memiliki akses terhadap alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Praktik pemakaman tradisional juga berkontribusi signifikan terhadap penyebaran. Ritual yang melibatkan pemandian jenazah, pelukan terakhir, dan kontak fisik lainnya dengan tubuh orang yang meninggal telah menyebabkan kluster penularan besar dalam beberapa wabah sebelumnya.
Tubuh orang yang meninggal karena Ebola masih sangat infeksius. WHO dan organisasi kesehatan lokal telah berupaya keras mengedukasi masyarakat tentang pemakaman yang aman. Namun mengubah praktik budaya yang sudah berlangsung turun-temurun memerlukan pendekatan sensitif dan waktu.
Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif. “Kita tidak bisa hanya fokus pada aspek biomedis,” ungkap Tedros dalam briefing terkait wabah Ebola.
“Kita harus bekerja dengan komunitas, memahami nilai-nilai mereka, dan menemukan cara untuk melindungi kesehatan tanpa menghilangkan martabat dan tradisi mereka,” tambahnya.
Dalam wabah terkini, lima pasien dilaporkan dalam kondisi kritis menurut informasi yang dikonfirmasi WHO. Angka ini menunjukkan bahwa kasus aktif masih berlangsung. Potensi peningkatan korban masih sangat nyata.
Sistem kesehatan di kedua negara sedang bekerja dalam kondisi darurat. Unit isolasi didirikan di berbagai fasilitas kesehatan. Rumah sakit lapangan diaktifkan untuk menampung pasien yang terus berdatangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.