Wali Kota Newark, New Jersey, Ras Baraka, memberlakukan jam malam di sekitar pusat detensi imigrasi Delaney Hall pada Minggu pagi waktu setempat, menandai eskalasi dramatis dalam konfrontasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara aktivis hak imigran dan pihak berwenang federal. Keputusan ini diambil setelah lebih dari seminggu protes harian yang dipicu oleh aksi mogok makan para tahanan yang mengecam kondisi fasilitas yang mereka sebut sebagai tidak manusiawi.
Pembatasan pergerakan dalam radius setengah mil dari fasilitas yang dioperasikan oleh kontraktor swasta GEO Group ini akan berlaku antara pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. Jalan terdekat, Doremus Avenue, juga ditutup untuk pejalan kaki dan kendaraan yang tidak dapat memverifikasi kebutuhan mereka berada di area tersebut. “Karena situasi yang meningkat di Delaney Hall dan kebutuhan yang semakin besar untuk intervensi polisi, tindakan segera diperlukan untuk melindungi keamanan publik,” tulis Baraka dalam pernyataan resminya.
Keputusan kontroversial ini mencerminkan pergesekan yang lebih besar antara pemerintah federal di bawah Presiden Donald Trump yang menjalankan kampanye deportasi massal, dengan pemerintah negara bagian dan lokal yang menentang pendekatan tersebut. Delaney Hall telah menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan imigrasi Trump, dengan para kritikus menunjuk pada kondisi yang mereka sebut melanggar hak asasi manusia dasar.
Latar Belakang: Delaney Hall sebagai Pusat Kontroversi
Delaney Hall dibuka kembali sebagai fasilitas detensi imigrasi tahun lalu sebagai bagian dari kesepakatan 15 tahun antara Immigration and Customs Enforcement (ICE) dengan GEO Group, salah satu kontraktor penjara swasta terbesar di Amerika Serikat. Sejak saat itu, fasilitas ini telah menjadi lokasi konfrontasi berulang antara aparat penegak hukum dan demonstran, termasuk Wali Kota Baraka sendiri yang pernah menghadapi tuduhan pelanggaran pada tahun lalu.
Administrasi Trump telah membenarkan kampanye deportasi massalnya sebagai upaya untuk membersihkan Amerika Serikat dari “yang terburuk dari yang terburuk”, membingkai imigran tanpa dokumen sebagai ancaman kriminal. Namun para kritikus menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang ditahan tidak memiliki catatan kriminal, dan beberapa yang memilikinya hanya dikutip karena pelanggaran ringan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.