Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

DPR AS Resmi Paksa Trump Tarik Pasukan dari Iran

Gedung Kongres AS saat sesi pembahasan resolusi perang Iran
Foto: Daniel Torok / Wikimedia Commons (Public domain)

Konflik ini juga berdampak langsung pada pasar global. Harga minyak dunia mengalami volatilitas tinggi, sementara emas sebagai aset safe haven mencatat lonjakan harga dramatis. Di Indonesia sendiri, harga emas Antam sempat menembus rekor tertinggi di atas Rp2,75 juta per gram, didorong oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakstabilan geopolitik ini.

Detail Resolusi Kongres dan Implikasi Hukumnya

Resolusi yang diloloskan DPR AS ini secara spesifik memerintahkan penghentian operasi militer ofensif terhadap Iran dan mewajibkan penarikan pasukan Amerika dari zona konflik dalam jangka waktu tertentu. Meskipun detail teknis resolusi belum sepenuhnya dipublikasikan, langkah ini menggunakan kewenangan War Powers Resolution 1973—undang-undang yang memberikan Kongres hak untuk membatasi aksi militer presiden tanpa persetujuan legislatif.

Yang menarik dari perkembangan ini adalah dukungan bipartisan yang diterima resolusi tersebut. Meski mayoritas anggota DPR dari Partai Demokrat mendukung, beberapa anggota Partai Republik juga memilih untuk bergabung—sebuah indikasi bahwa kekhawatiran terhadap perang dengan Iran melampaui garis partisan tradisional di Washington.

Empat anggota DPR dilaporkan menjadi sekutu kunci dalam mendorong resolusi ini, membentuk koalisi lintas partai yang fokus pada pembatasan kewenangan perang eksekutif. Mereka berargumen bahwa presiden tidak dapat memulai perang berskala penuh tanpa deklarasi formal dari Kongres, sebagaimana diamanatkan Konstitusi AS.

Namun, resolusi DPR ini masih harus melewati Senat, di mana komposisi politik dan sikap terhadap kebijakan luar negeri Trump bisa berbeda. Bahkan jika lolos di Senat, presiden memiliki hak veto yang hanya bisa dibatalkan dengan dukungan dua pertiga anggota kedua kamar Kongres—sebuah ambang batas yang sangat tinggi.

Terlepas dari prospek pengesahan finalnya, resolusi ini sudah memberikan tekanan politik signifikan pada Gedung Putih. Ia mengirimkan pesan bahwa ada batasan kesabaran publik dan parlemen terhadap keterlibatan militer AS di Timur Tengah, terutama tanpa strategi keluar yang jelas.

Reaksi Politik dan Pandangan Pihak Terkait

Reaksi terhadap resolusi Kongres ini beragam dan mencerminkan polarisasi politik yang mendalam di Washington. Kubu pendukung Trump dan kelompok hawk Republik mengkritik langkah DPR sebagai tindakan yang melemahkan posisi Amerika di panggung internasional dan memberikan keuntungan strategis kepada Tehran.

Halaman:1234Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda