Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Mengamuk ke Netanyahu: Israel Ancam Perang Regional di Lebanon

Ilustrasi ketegangan diplomatik Amerika Serikat dan Israel terkait konflik Lebanon
Trump Mengamuk ke Netanyahu

Sumber-sumber diplomatik mengindikasikan bahwa Washington telah berulang kali meminta Israel untuk menahan diri dan mencari solusi diplomatik terhadap ancaman Hizbullah, namun permintaan tersebut sebagian besar diabaikan oleh pemerintahan Netanyahu. Pengabaian ini dipandang sebagai affront terhadap otoritas Trump dan kemampuannya untuk memediasi konflik regional.

Tekanan dari Washington terhadap Tel Aviv kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari dan pekan mendatang. Amerika Serikat memiliki berbagai leverage ekonomi dan militer terhadap Israel, termasuk bantuan militer tahunan senilai miliaran dolar dan dukungan diplomatik di forum-forum internasional seperti PBB. Penggunaan leverage ini untuk membatasi tindakan Israel akan menjadi ujian signifikan bagi hubungan bilateral kedua negara.

Di sisi lain, Netanyahu menghadapi tekanan domestik yang intens untuk menunjukkan kekuatan terhadap Hizbullah dan Iran. Koalisi pemerintahannya yang rapuh bergantung pada dukungan dari partai-partai sayap kanan yang menuntut respons militer keras terhadap ancaman keamanan. Keputusan Netanyahu untuk mundur dari tindakan militer di Lebanon dapat membahayakan stabilitas politiknya di dalam negeri.

Korban dan Dampak Kemanusiaan

Eskalasi konflik telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Serangan drone FPV Hizbullah yang dilakukan pada malam hari telah menyebabkan sejumlah tentara IDF tewas, meskipun angka pasti masih diperdebatkan dan menjadi subyek propaganda dari kedua belah pihak konflik.

Di sisi Lebanon, serangan udara dan artileri Israel telah menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil yang luas dan pengungsian ribuan warga sipil dari wilayah-wilayah di Lebanon selatan. Organisasi kemanusiaan internasional telah mengeluarkan peringatan tentang krisis kemanusiaan yang berkembang, dengan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap layanan dasar seperti air bersih dan perawatan medis.

Taktik perang yang digunakan oleh kedua belah pihak juga menimbulkan kekhawatiran hukum internasional. Penggunaan drone FPV oleh Hizbullah dalam serangan malam hari, meskipun efektif secara militer, menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan untuk membedakan antara target militer dan sipil. Sementara itu, serangan udara Israel yang intensif di area pemukiman padat penduduk di Lebanon selatan juga menuai kritik dari kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Halaman:1234Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda