Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Bacaan Niat Puasa Daud dan Tata Cara Pelaksanaannya yang Benar

Bacaan Niat Puasa Daud dan Tata Cara Pelaksanaannya yang Benar
Ilustrasi keluarga sedang membaca niat puasa daud. (Ilustrasi: AI)

JOURNALARTA.COM – Di antara ragam puasa sunnah dalam Islam, Puasa Daud menempati kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bersabda bahwa ini adalah bentuk puasa yang paling dicintai Allah SWT dan dianggap paling utama dibandingkan amalan puasa sunnah lainnya.

Amalan ini diajarkan dan diamalkan oleh Nabi Daud AS dengan pola yang khas, sederhana namun penuh makna. Berikut panduan lengkap bacaan niat, cara jalankan, hingga aturannya agar ibadahmu sah dan diterima.

Apa Itu Puasa Daud?

Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan dengan pola selang-seling: sehari berpuasa, sehari berbuka, dan diulang terus-menerus selama mampu dikerjakan. Pola ini dipilih karena paling seimbang, tubuh tetap mendapat istirahat, namun ketekunan ibadah tetap terjaga. Rasulullah SAW pernah menegaskan: “Tidak ada puasa yang lebih utama di sisi Allah selain puasa Daud.” (HR. Bukhari & Muslim).

Bacaan Niat Puasa Daud

Niat adalah syarat sah puasa. Waktu membacanya dimulai sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Jika terlewat malam hari, boleh berniat di pagi hari sebelum waktu Zuhur, asalkan belum melakukan hal yang membatalkan.

Lafal Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Tulisan Latin: Nawaitu shauma daawuda sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tambahan niat jika berniat pagi hari: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat puasa hari ini untuk memenuhi sunnah Daud karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Pelaksanaan

Secara umum sama seperti puasa biasa, namun memiliki ciri khas pada jadwalnya. Berikut urutan lengkapnya:

1. Berniat di malam hari. Tegaskan kehendak hanya karena beribadah kepada Allah.

2. Sahur. Sangat dianjurkan untuk menjaga tenaga dan mendapatkan keberkahan, meski bukan kewajiban.

3. Menahan diri. Mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, tahan dari makan, minum, hubungan suami istri, serta hal-hal yang merusak pahala seperti menggunjing, marah, atau bicara kotor.

4. Segera berbuka. Saat masuk waktu Maghrib, segera putuskan puasa dengan yang manis atau air putih, sesuai sunnah.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda