Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Niat Puasa Asyura, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkapnya

Niat Puasa Asyura, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkapnya
Niat Puasa Asyura, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkapnya. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Puasa Asyura jatuh pada 10 Muharram dan menjadi salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Niat puasa Asyura dibulatkan di hati pada malam hari, sebelum fajar terbit, dengan keutamaan yang dijanjikan menghapus dosa setahun yang lalu.

Puasa ini berdiri di bulan yang diagungkan. Muharram disebut Rasulullah sebagai bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadhan. Karena itu, banyak umat Islam menjadikannya rutinitas tahunan, lengkap dengan puasa pelengkap sehari sebelum atau sesudahnya.

Bagi yang ingin menjalankannya, ada beberapa hal yang perlu dipahami: bacaan niat, dalil keutamaan, hingga tata cara pelaksanaannya. Berikut rinciannya, merujuk hadis sahih dan panduan ibadah resmi.

Bacaan Niat Puasa Asyura

Niat adalah rukun utama setiap ibadah puasa. Untuk puasa Asyura, niat cukup dibulatkan dalam hati pada malam hari sebelum terbit fajar. Boleh juga dilafalkan sebagai penguat.

Teks Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Tulisan Latin: Nawaitu shauma ‘âsyûrâ’a sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Disunnahkan melengkapinya dengan puasa Tasua (9 Muharram) atau sehari sesudahnya (11 Muharram). Tujuannya agar berbeda dengan cara beribadah Ahli Kitab.

Keutamaan Puasa Asyura yang Menghapus Dosa Setahun

Keutamaan paling masyhur dari puasa Asyura adalah menghapus dosa selama satu tahun. Ini bersandar pada sabda Nabi Muhammad SAW.

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu,” demikian hadis riwayat Muslim nomor 1162.

Para ulama menegaskan, dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha secara khusus. Jadi puasa ini bukan pengganti taubat untuk kesalahan berat.

Keutamaan kedua, puasa Asyura termasuk amalan paling utama setelah Ramadhan. Rasulullah bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim no. 1163).

Posisi Muharram sebagai bulan mulia membuat pahala puasa di dalamnya bernilai lebih. Asyura adalah puncaknya.

Mengenang Keselamatan Nabi Musa

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda