JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Umat Islam akan segera menyambut awal tahun baru Islam dengan dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura pada bulan Muharram. Berdasarkan riwayat hadis sahih, kedua puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas.
Melaksanakan ibadah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus membersihkan diri dari khilaf di masa lalu. Agar ibadah berjalan maksimal dan sah secara syariat, umat Muslim perlu memahami tata cara, lafal niat yang benar, serta estimasi penanggalannya dalam kalender masehi.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram
Muharram merupakan salah satu bulan mulia (asyhurul hurum) di mana Allah SWT melipatgandakan pahala amalan saleh. Di antara sekian banyak amalan, berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) dan 10 Muharram (Asyura) menempati kedudukan yang sangat istimewa setelah puasa wajib di bulan Ramadan.
Keutamaan puasa 10 Muharram atau Asyura ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau bersabda:
“Puasa Asyura aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim nomor 1162).
Secara historis, hari Asyura merupakan waktu di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil dari kejaran Firaun. Sebagai bentuk syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, yang kemudian diikuti oleh masyarakat Yahudi di Madinah. Rasulullah SAW lalu memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa, namun dengan pembeda.
Pembeda tersebut adalah puasa Tasua pada 9 Muharram. Rasulullah SAW berencana melaksanakannya agar ibadah umat Muslim tidak persis sama dengan kaum Yahudi yang hanya mengagungkan tanggal 10. Ibnu Abbas RA meriwayatkan perkataan Nabi Muhammad SAW:
“Jika datang tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa juga pada tanggal sembilan.” (HR. Muslim nomor 1134).
Meski Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menunaikan puasa tanggal 9 pada tahun berikutnya, para ulama sepakat bahwa puasa Tasua tetap menjadi sunnah yang sangat dianjurkan untuk mendampingi puasa Asyura.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.