Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa. Pada dasarnya, niat cukup dihadirkan di dalam hati dengan tekad yang bulat untuk berpuasa karena Allah SWT. Namun, melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah guna membantu memantapkan hati.
Berikut adalah lafal niat puasa Tasua pada 9 Muharram:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, bagi Anda yang akan menunaikan puasa Asyura pada 10 Muharram, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘asyura sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Sesuai ketentuan puasa sunnah, niat ini boleh diucapkan sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu zuhur keesokan harinya. Syaratnya, Anda belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak fajar terbit.
Estimasi Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026
Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia merujuk pada hasil pemantauan hilal. Namun, berdasarkan prediksi kalender Ummul Qura Arab Saudi dan estimasi hisab astronomis, kita bisa memperkirakan jatuhnya tanggal penting ini di tahun 2026.
| Ibadah Sunnah | Tanggal Hijriah | Perkiraan Tanggal Masehi (2026) |
|---|---|---|
| Tahun Baru 1 Muharram 1448 H | 1 Muharram 1448 H | Rabu, 17 Juni 2026 |
| Puasa Tasua | 9 Muharram 1448 H | Kamis, 25 Juni 2026 |
| Puasa Asyura | 10 Muharram 1448 H | Jumat, 26 Juni 2026 |
Mengingat adanya potensi perbedaan metode hisab dan rukyatul hilal, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Dzulhijjah 1447 H.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Muharram
Secara umum, tata cara puasa Tasua dan Asyura sama persis dengan ibadah puasa pada umumnya, baik wajib maupun sunnah. Berikut panduan praktisnya:
- Menghadirkan niat di dalam hati sejak malam hari atau sebelum batas waktu yang ditentukan.
- Melaksanakan sahur sebelum masuk waktu subuh. Sahur sangat dianjurkan meski hanya dengan meneguk segelas air demi mendapatkan berkah.
- Menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar (subuh) hingga terbenamnya matahari (magrib).
- Menjaga lisan dan perbuatan dari hal tidak bermanfaat seperti ghibah, berkata kasar, atau berbohong agar pahala puasa tidak berkurang.
- Menyegerakan berbuka saat azan magrib berkumandang, disunnahkan mengonsumsi kurma atau air putih terlebih dahulu.
Perbedaan mendasar dari puasa sunnah ini adalah kelonggaran hukumnya. Jika seseorang memiliki uzur syar’i di tengah hari, ia diperbolehkan membatalkan puasa tanpa kewajiban menggantinya (qadha) di hari lain, meski sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja tanpa alasan mendesak.
Ringkasan Tanya Jawab Seputar Puasa Muharram
Bolehkah hanya melakukan puasa Asyura saja tanpa puasa Tasua?
Boleh dan sah. Namun, mengombinasikan keduanya (tanggal 9 dan 10) jauh lebih afdal untuk mengikuti imbauan Rasulullah SAW agar menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.
Bagaimana jika lupa berniat pada malam hari?
Untuk puasa sunnah seperti Tasua dan Asyura, niat boleh dilakukan pada pagi hari setelah subuh, dengan syarat Anda belum mengonsumsi apa pun dan belum melakukan pembatal puasa sejak fajar.
Apakah puasa ini bisa menghapus dosa besar?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa penghapusan dosa setahun yang lalu merujuk pada dosa-dosa kecil. Sementara untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat nasuha yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.