Rabu, 24 Juni 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Niat Puasa 9 dan 10 Muharram: Jadwal dan Keutamaan

Niat Puasa 9 dan 10 Muharram
Niat Puasa 9 dan 10 Muharram: Jadwal dan Keutamaan. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Umat Islam akan segera menyambut awal tahun baru Islam dengan dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura pada bulan Muharram. Berdasarkan riwayat hadis sahih, kedua puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas.

Melaksanakan ibadah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus membersihkan diri dari khilaf di masa lalu. Agar ibadah berjalan maksimal dan sah secara syariat, umat Muslim perlu memahami tata cara, lafal niat yang benar, serta estimasi penanggalannya dalam kalender masehi.

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram

Muharram merupakan salah satu bulan mulia (asyhurul hurum) di mana Allah SWT melipatgandakan pahala amalan saleh. Di antara sekian banyak amalan, berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) dan 10 Muharram (Asyura) menempati kedudukan yang sangat istimewa setelah puasa wajib di bulan Ramadan.

Keutamaan puasa 10 Muharram atau Asyura ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau bersabda:

Puasa Asyura aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim nomor 1162).

Secara historis, hari Asyura merupakan waktu di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil dari kejaran Firaun. Sebagai bentuk syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, yang kemudian diikuti oleh masyarakat Yahudi di Madinah. Rasulullah SAW lalu memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa, namun dengan pembeda.

Pembeda tersebut adalah puasa Tasua pada 9 Muharram. Rasulullah SAW berencana melaksanakannya agar ibadah umat Muslim tidak persis sama dengan kaum Yahudi yang hanya mengagungkan tanggal 10. Ibnu Abbas RA meriwayatkan perkataan Nabi Muhammad SAW:

“Jika datang tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa juga pada tanggal sembilan.” (HR. Muslim nomor 1134).

Meski Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menunaikan puasa tanggal 9 pada tahun berikutnya, para ulama sepakat bahwa puasa Tasua tetap menjadi sunnah yang sangat dianjurkan untuk mendampingi puasa Asyura.

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa. Pada dasarnya, niat cukup dihadirkan di dalam hati dengan tekad yang bulat untuk berpuasa karena Allah SWT. Namun, melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah guna membantu memantapkan hati.

Berikut adalah lafal niat puasa Tasua pada 9 Muharram:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψͺَاسُوعَاَؑ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, bagi Anda yang akan menunaikan puasa Asyura pada 10 Muharram, berikut bacaan niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma ‘asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sesuai ketentuan puasa sunnah, niat ini boleh diucapkan sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu zuhur keesokan harinya. Syaratnya, Anda belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak fajar terbit.

Estimasi Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia merujuk pada hasil pemantauan hilal. Namun, berdasarkan prediksi kalender Ummul Qura Arab Saudi dan estimasi hisab astronomis, kita bisa memperkirakan jatuhnya tanggal penting ini di tahun 2026.

Ibadah Sunnah Tanggal Hijriah Perkiraan Tanggal Masehi (2026)
Tahun Baru 1 Muharram 1448 H 1 Muharram 1448 H Rabu, 17 Juni 2026
Puasa Tasua 9 Muharram 1448 H Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Asyura 10 Muharram 1448 H Jumat, 26 Juni 2026

Mengingat adanya potensi perbedaan metode hisab dan rukyatul hilal, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Dzulhijjah 1447 H.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Muharram

Secara umum, tata cara puasa Tasua dan Asyura sama persis dengan ibadah puasa pada umumnya, baik wajib maupun sunnah. Berikut panduan praktisnya:

  • Menghadirkan niat di dalam hati sejak malam hari atau sebelum batas waktu yang ditentukan.
  • Melaksanakan sahur sebelum masuk waktu subuh. Sahur sangat dianjurkan meski hanya dengan meneguk segelas air demi mendapatkan berkah.
  • Menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar (subuh) hingga terbenamnya matahari (magrib).
  • Menjaga lisan dan perbuatan dari hal tidak bermanfaat seperti ghibah, berkata kasar, atau berbohong agar pahala puasa tidak berkurang.
  • Menyegerakan berbuka saat azan magrib berkumandang, disunnahkan mengonsumsi kurma atau air putih terlebih dahulu.

Perbedaan mendasar dari puasa sunnah ini adalah kelonggaran hukumnya. Jika seseorang memiliki uzur syar’i di tengah hari, ia diperbolehkan membatalkan puasa tanpa kewajiban menggantinya (qadha) di hari lain, meski sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja tanpa alasan mendesak.

Ringkasan Tanya Jawab Seputar Puasa Muharram

Bolehkah hanya melakukan puasa Asyura saja tanpa puasa Tasua?
Boleh dan sah. Namun, mengombinasikan keduanya (tanggal 9 dan 10) jauh lebih afdal untuk mengikuti imbauan Rasulullah SAW agar menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.

Bagaimana jika lupa berniat pada malam hari?
Untuk puasa sunnah seperti Tasua dan Asyura, niat boleh dilakukan pada pagi hari setelah subuh, dengan syarat Anda belum mengonsumsi apa pun dan belum melakukan pembatal puasa sejak fajar.

Apakah puasa ini bisa menghapus dosa besar?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa penghapusan dosa setahun yang lalu merujuk pada dosa-dosa kecil. Sementara untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat nasuha yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda