JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Umat Islam akan segera menyambut pergantian tahun baru Hijriah yang diawali dengan bulan Muharram, sebuah momentum sakral yang dinilai sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Keistimewaan bulan ini terletak pada pelipatgandaan pahala atas setiap kebajikan yang dilakukan, sekaligus peringatan keras terhadap perbuatan maksiat.
Dampak spiritual dari kedatangan bulan ini sangat besar bagi kaum muslimin yang ingin menghapus dosa-dosa masa lalu melalui berbagai ibadah yang dianjurkan. Rasulullah SAW memberikan tuntunan eksplisit mengenai aktivitas ibadah harian yang bernilai pahala besar sepanjang bulan mulia ini.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI menegaskan pentingnya umat Islam mengisi lembaran baru tahun Hijriah dengan peningkatan kualitas spiritual secara konsisten dan menghindari amalan tanpa dasar hukum Islam yang jelas.
Keutamaan Memuliakan Bulan Haram
Allah SWT secara eksplisit menegaskan kehormatan bulan-bulan haram dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 36. Empat bulan yang disucikan tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Imam Qatadah, seorang ahli tafsir terkemuka, menjelaskan bahwa kezaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram ini memiliki nilai dosa yang jauh lebih besar dan berat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Atas dasar itulah, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak tobat, menjauhi maksiat, dan konsisten menjalankan amalan sunnah bulan Muharram.
Jenis-Jenis Amalan Sunnah Bulan Muharram
Berikut adalah tujuh amalan sunnah bulan Muharram sesuai dengan dalil-dalil shahih yang dapat diamalkan oleh setiap muslim untuk mendulang pahala:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Ibadah puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi setelah puasa wajib di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim no. 1163).
Umat Islam dibebaskan untuk memilih hari untuk berpuasa, seperti puasa Senin-Kamis, puasa pertengahan bulan (Ayyamul Bidh) pada tanggal 13, 14, dan 15, atau menerapkan puasa Daud.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.