Senin, 27 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Timah Global 2026 Menembus Angka Tertinggi, Defisit Pasokan Jadi Kunci

Harga Timah Global 2026 Menembus Angka Tertinggi, Defisit Pasokan Jadi Kunci
Sepanjang tahun 2026, pasar timah dunia mencatat pergerakan paling dahsyat dalam sejarah perdagangannya

BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.COM – Sepanjang tahun 2026, pasar timah dunia mencatat pergerakan paling dahsyat dalam sejarah perdagangannya. Logam yang dulunya dianggap biasa kini menjelma menjadi salah satu komoditas paling bernilai, harganya melesat tajam hingga menembus angka tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini bukan kebetulan semata, melainkan hasil pertemuan antara pasokan yang makin sempit dan permintaan yang melonjak seiring pesatnya teknologi modern.

Pergerakan Harga: Pecahkan Rekor Baru

Berdasarkan data London Metal Exchange (LME) yang dikutip pada Senin (8/6/2026), acuan utama perdagangan logam dunia, harga timah sejak awal tahun terus menguat tanpa henti. Pada awal Juni 2026, harga menyentuh level tertinggi sejarah US$ 57.960 per metrik ton atau setara lebih dari Rp 920 juta per ton, naik hampir 75% dibandingkan rata-rata tahun lalu.

Berikut rincian pergerakan harga sepanjang tahun 2026:

1. Rata-rata Kuartal I-2026: US$ 48.679/ton, naik 34,7% dibanding periode yang sama 2025 .

2. Puncak tertinggi: Tembus US$ 57.960/ton awal Juni 2026.

3. Rata-rata acuan pemerintah 2026: US$ 51.101/ton, jauh di atas rata-rata tahun 2025 yang hanya US$ 34.353/ton.

4. Rentang pergerakan sisa tahun: Diperkirakan bergerak stabil di US$ 45.000 – US$ 55.000/ton, dengan potensi kembali menembus rekor baru jika gangguan pasokan berlanjut.

Para analis menilai tahun 2026 sebagai fase “Bull Run” atau tren kenaikan kuat yang masih memiliki ruang melaju hingga akhir tahun, sebelum kemungkinan konsolidasi di awal 2027.

3 Faktor Utama Harga Timah Melonjak

1. Pasokan Global Mengalami Defisit. Ini alasan terbesar. Pasokan timah dunia terancam serius karena gangguan di negara-negara produsen utama:

Indonesia: Sebagai pengekspor nomor satu dunia, pemerintah memperketat regulasi, menertibkan tambang ilegal, dan mendorong hilirisasi. Aturan baru membatasi jumlah ekspor bahan mentah, membuat volume yang masuk pasar internasional berkurang signifikan.

Myanmar: Sumber konsentrat timah terbesar dunia terhenti hampir total akibat konflik wilayah dan penutupan tambang besar di negara bagian sejak akhir tahun lalu, menghapus sekitar 15% pasokan dunia.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda