Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Pemkot Pangkalpinang Optimalkan Berbagai Sektor Potensial untuk Tambah PAD

Pemkot Pangkalpinang Optimalkan Berbagai Sektor Potensial untuk Tambah PAD
Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti asistensi daerah terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah yang belum memenuhi belanja minimum TA 2026. Foto: Dok. Diskominfo Pangkalpinag/JournalArta

PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti asistensi daerah terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah yang belum memenuhi belanja minimum Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat SRC Lantai II, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, Pj Seda Budiyanto, Plt Kepala Bakeuda Syafarudin, Inspektur Muhammad Syahrial, Kepala Bapperida Billy Jawari, serta sejumlah kepala bagian terkait. Sementara itu, secara virtual hadir Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Andi Muhammad Yusuf dan Auditor Pemerintah Inspektorat Jenderal Kemendagri Okky Pardede.

Dalam asistensi tersebut, APBD Tahun 2026 dianalisis oleh Kemendagri dan dikaitkan dengan sejumlah indikator pembangunan daerah. Berdasarkan hasil evaluasi, Kota Pangkalpinang dinilai memiliki capaian yang cukup baik, di antaranya angka stunting yang berada di atas rata-rata nasional dalam penanganannya, tingkat kemiskinan yang masih di bawah rata-rata nasional, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang jauh melampaui rata-rata nasional. Namun, tingkat pengangguran masih sedikit berada di atas rata-rata nasional.

Selain itu, Kemendagri menyoroti perlunya peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi berbagai sektor, seperti pengelolaan persampahan, parkir, serta optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menjelaskan bahwa secara umum capaian PAD Kota Pangkalpinang menunjukkan tren yang positif. Hingga Mei 2026, realisasi PAD tercatat sebesar Rp100.656.314.454 atau mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp89.281.085.394.

Pemkot Pangkalpinang akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD melalui optimalisasi potensi yang telah ada. Upaya tersebut dilakukan tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan tarif pajak maupun retribusi, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), retribusi persampahan, maupun retribusi parkir.

“Kita tidak akan menaikkan tarif. Yang kita lakukan adalah optimalisasi pendapatan dari sektor yang sudah ada,” katanya.

Prof Udin menambahkan, salah satu potensi peningkatan pendapatan daerah juga berasal dari dividen PDAM. Pada tahun 2025, perusahaan daerah tersebut membukukan laba Rp4 miliar, sehingga Pemerintah Kota Pangkalpinang memperoleh bagian dividen sebesar 15 persen dari keuntungan yang dihasilkan.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda