PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Harga karet alam di tingkat petani dan pedagang pengumpul se- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov. Kep.Babel) pada awal hingga pertengahan Juni 2026 tercatat mengalami penguatan tipis dibandingkan akhir bulan sebelumnya.
Pergerakan harga tersebut dipengaruhi perbaikan permintaan pasar ekspor dan penurunan pasokan akibat musim kemarau yang mengurangi produksi getah karet.
Rincian Harga Terbaru Komoditas Karet per Kg
Berikut kisaran harga acuan yang berlaku di berbagai wilayah Bangka Belitung per 12 Juni 2026:
1. Harga di Tingkat Petani
- Karet Kering Grade 1 (kadar air ≤12%): Rp14.800 – Rp15.200
- Karet Kering Grade 2 (kadar air 12–15%): Rp13.900 – Rp14.500
- Karet Kering Grade 3 (kadar air >15%): Rp12.700 – Rp13.500
- Getah Karet Segar: Rp7.200 – Rp7.800 (tergantung tingkat kebersihan)
2. Harga di Tingkat Pengumpul & Pabrik
- Harga beli pengumpul: Rp15.300 – Rp15.700 (Grade 1)
- Harga jual ke Pabrik Pengolahan: Rp16.100 – Rp16.600
- Harga acuan bursa: Berada di kisaran Rp16.800 per kg
Perbedaan Harga Antar Wilayah di Kabupaten/Kota
- Bangka Selatan dan Bangka Tengah (sentra utama): Harga tertinggi Rp15.000 – Rp15.200 per kg
- Bangka Barat dan Pangkalpinang: Sedikit lebih rendah Rp14.700 – Rp14.900
- Belitung dan Belitung Timur: Kisaran Rp14.400 – Rp14.800 (terpengaruh biaya angkut)
Perbandingan Harga Sebulan Terakhir
- Awal Mei 2026: Rp13.600 – Rp14.100
- Akhir Mei 2026: Rp14.200 – Rp14.700
- Pertengahan Juni 2026: Rp14.800 – Rp15.200
Kenaikan sekitar 6–8% dalam sebulan terakhir
Faktor Pendorong Pergerakan Harga
1. Permintaan Ekspor Meningkat: Negara tujuan utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman meningkatkan pembelian untuk kebutuhan industri ban otomotif dan alat kesehatan.
2. Musim Kemarau: Curah hujan yang menurun drastis mengurangi aliran getah pohon, sehingga volume panen turun sekitar 15–20% dibandingkan musim hujan.
3. Penguatan Rupiah: Nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar AS memberikan dampak positif bagi harga jual di pasar domestik.
4. Harga Minyak Bumi: Pergerakan harga minyak mentah dunia yang naik turun juga memengaruhi persaingan antara karet alam dan karet sintetis.
Kondisi Pasokan dan Permintaan
1. Pasokan terbatas akibat musim kemarau, petani mulai mengurangi frekuensi penyadapan untuk menjaga ketahanan pohon.
2. Permintaan tetap tinggi dari pabrik pengolahan lokal dan pedagang antar pulau.
3. Untuk kualitas secara umum karet yang dipasarkan cenderung lebih kering dan bersih, sehingga mendapat penilaian harga lebih baik.
Saran Untuk para Petani Karet
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menyarankan agar petani tetap menjaga kualitas getah dengan menjaga kebersihan dan mengatur kadar air agar mendapat harga terbaik. Menghindari menjual terburu-buru jika harga masih memungkinkan menunggu sedikit penguatan.
Kemudian disarankan agar mengikuti penyuluhan pengolahan karet rakyat untuk meningkatkan nilai jual, dan tetap menjaga kesehatan pohon agar produksi tetap stabil meski sedang kemarau.
Proyeksi Harga Mendatang
Dalam dua minggu ke depan, harga komoditas karet diproyeksikan cenderung stabil atau sedikit menguat dengan kisaran Rp14.900 – Rp15.400 per kg. Perubahan signifikan kemungkinan baru terjadi saat curah hujan kembali meningkat dan pasokan mulai bertambah.
Sumber: Dinas Pertanian Perkebunan Provinsi Bangka Belitung, APKARI, pantauan pasar pengumpul, dan acuan bursa komoditas per Juni 2026