Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Duel Irak vs Norwegia: Kesempatan Erling Memutus Kebangkitan Wakil Asia di Piala Dunia 2026

Tim Irak dan Norwegia berdiri di lapangan Stadion Boston siap pertandingan Piala Dunia 2026
Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Haaland siap hentikan kebangkitan wakil Asia. (Ilustrasi: AI)

Di bawah arahan Arnold, Irak kerap menggunakan formasi 4-4-2. Struktur solid dari formasi ini memungkinkan Irak bertahan rapat dan dengan cepat melancarkan serangan balik. Penyerang Aymen Hussein dan gelandang Amir al-Ammari wajib mendapat pengawalan ekstra dari pemain Norwegia.

Hussein sangat klinis di dalam kotak penalti. Ammari piawai dalam eksekusi bola mati dan melindungi empat bek Irak. Kedua pemain ini menjadi kunci serangan balik Irak.

Satu persamaan mendasar bagi Irak dan Norwegia adalah mereka termasuk peserta lama yang baru berkesempatan kembali ke Piala Dunia setelah bertahun-tahun. Norwegia terakhir tampil di Piala Dunia 1998, melaju hingga babak 16 besar sebelum kalah dari Italia.

Penantian Irak lebih lama lagi. Terakhir kali Irak berpartisipasi di Piala Dunia adalah edisi 1986 di Meksiko. Kali ini, tekanan pada Irak tidak terlampau besar mengingat mereka akan tetap disambut bak pahlawan asal tidak menjadi lumbung gol.

Norwegia: Tim Berimbang dan Elegan

Norwegia jelas bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Di bawah arahan Pelatih Stale Solbakken, Norwegia menjelma menjadi tim yang seimbang di lini tengah. Pendekatan Solbakken lebih elegan ketimbang gaya bermain Norwegia pada 1998 yang senang umpan-umpan panjang. Kini Solbakken menekankan kontrol pada penguasaan bola.

Hasilnya nyata. Norwegia melaju mulus dari babak kualifikasi setelah menyapu bersih delapan laga dengan kemenangan. Mereka menyingkirkan raksasa seperti Italia sebelum mencapai babak utama Piala Dunia.

“Di situlah kami menetapkan standar, setelah apa yang telah kami lakukan di babak kualifikasi. Kami mengubah ekspektasi, itu bagus,” kata pemain tengah Martin Odegaard.

Trisula Serangan Norwegia

Solbakken cenderung menyukai formasi 4-3-3. Ia mengandalkan lini serang pada trisula Erling Haaland, Alexander Sorloth, dan Antonio Nusa. Ketiga pemain depan itu sudah saling memahami dalam berotasi posisi.

Sorloth, meski berposisi penyerang tengah, tidak jarang bergerak melebar saat sedang tidak menggiring bola. Ketika bola berhasil direbut, Sorloth akan segera bergabung dengan Haaland membentuk formasi dua penyerang di area kotak penalti lawan.

Laga melawan Irak terasa istimewa bagi Haaland. Penyerang Manchester City itu berkesempatan menyudahi keajaiban para wakil Asia. Haaland saat ini disebut-sebut sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Postur tinggi besar serta kecepatannya dalam melepas diri dari marking lawan menjadi senjata ampuh yang sulit dibendung pertahanan Irak. Duel antara Haaland versus para bek Irak akan menjadi pertarungan seru yang menentukan nasib kedua tim di pertandingan ini.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda