Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kawat Berduri Dipasang di Hotel Sultan, Simpatisan Siap Bentuk Barikade Jelang Eksekusi

Kawat berduri dipasang mengelilingi Hotel Sultan GBK sebelum eksekusi pembongkaran dengan aparat keamanan siaga
Kawat berduri dipasang di Hotel Sultan jelang eksekusi hari ini. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kawat berduri telah dipasang mengelilingi Hotel Sultan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Pertanda jelas bahwa eksekusi bangunan bersejarah itu tinggal menunggu waktu. Simpatisan yang masih khawatir dengan penghapusan landmark ikonik Jakarta ini siap mengorganisir barikade untuk menghalau alat-alat berat, meski pemerintah telah mengumumkan jadwal pembongkaran hari ini.

Kehadiran kawat berduri itu bukan sekadar dekorasi keamanan. Ini adalah sinyal konkret bahwa mesin destruksi akan bergerak. Ribuan aparat gabungan sudah disiagakan untuk menjaga operasional eksekusi berjalan lancar tanpa gangguan. Polisi, petugas keamanan, dan staf GBK bersiap mengamankan lokasi sejak pagi-pagi sekali.

Aktivis dan pecinta sejarah arsitektur sempat bergoyang antara harapan dan kesiapan bunuh diri sipil. Beberapa kelompok menyatakan tekad akan hadir di lapangan untuk membentuk manusia-manusia barikade—dinding hidup yang melindungi bangunan dari buldoser. Spanduk-spanduk bertuliskan seruan penyelamatan Hotel Sultan bermunculan di media sosial dan di sekitar area GBK.

Ribuan Aparat dan Pembatasan Akses Area

Pemerintah tidak main-main. Setidaknya 3.161 aparat gabungan telah dikerahkan untuk mengawal eksekusi Hotel Sultan. Jumlah fantastis itu menunjukkan besarnya antisipasi pihak otoritas terhadap potensi penolakan publik. Komando operasional dijaga ketat dari kantor hingga ke lapangan, dengan koordinasi lintas-instansi yang rapi.

Area GBK juga ditutup sementara. Sejumlah zona publik yang biasanya ramai dilarang dikunjungi publik jelang dan selama proses pembongkaran berlangsung. Pengumuman resmi telah disampaikan kepada pengelola GBK dan pengunjung rutin kompleks olahraga tersebut. Aksesibilitas dibatasi ketat untuk menghindari kehadiran simpatisan yang ingin menghalangi operasi.

Namun pembatasan itu seperti minyak di atas air bagi mereka yang berkomitmen mempertahankan Hotel Sultan. Informasi tentang lokasi berkumpul alternatif, jalur masuk yang belum ditutup, dan waktu-waktu strategis untuk aksi penolakan beredar di grup-grup WhatsApp dan media sosial. Ketegangan antara niat pemerintah dan resistansi warga ciptakan suasana yang sangat memanas di sekitar GBK.

Landmark Ikonik yang Hilang

Hotel Sultan bukan hanya bangunan. Ia adalah saksi sejarah Jakarta modern sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang. Arsitektur khasnya, desain interior yang elegan, dan posisi strategis di jantung GBK membuat hotel ini menjadi simbol kemewahan dan prestise ibu kota puluhan tahun lamanya. Bintang lima internasional pun pernah bermalam di sana.

Keputusan untuk membongkarnya demi modernisasi fasilitas GBK memang telah final dari pihak pengelola. Namun bagi kalangan arkeologi, sejarah, dan budaya, ini adalah kehilangan yang tidak dapat balik. Dokumentasi arsitektur telah dilakukan beberapa aktivis dengan mendatangi Hotel Sultan untuk mengambil foto dan catatan terakhir sebelum dinding-dindingnya rata dengan tanah.

Kesiapan Simpatisan dan Potensi Aksi

Organisasi pemerhati cagar budaya telah mengeluarkan pernyataan keprihatinan. Mereka mengajukan pertanyaan mengapa bangunan bersejarah semacam itu harus dihancurkan tanpa ada upaya konservasi atau adaptif reuse yang lebih bijaksana. Beberapa aktivis berharap pemerintah pusat akan turun tangan dan meninjau ulang keputusan, meski waktu sudah sangat terbatas.

Di lapangan, energi simpatisan terus membesar. Beberapa kelompok menyiapkan logistik untuk aksi panjang—air minum, makanan, tenda kecil, dan protokol medis darurat bila terjadi bentrok atau kecelakaan. Mereka juga menyebarkan panduan cara bertahan menghadapi gas air mata atau tindakan represif aparat, menunjukkan ekspektasi mereka akan aksi drastis.

Pihak kepolisian dan aparat keamanan tampak siap dengan skenario escalation. Barisan polisi anti-huru-hara, anjing pelacak, dan kendaraan tempur sudah disiapkan di lokasi strategis. Instruksi kepada aparat adalah memastikan zona operasi tetap bersih dari pengunjuk rasa yang berlebihan, tapi juga menghindari kekerasan berlebihan yang bisa mengundang kecaman publik dan media massa.

Jam Penghitungan Mundur

Gelang waktu semakin ketat. Setiap jam yang berlalu, berita tentang hotel segera dibongkar itu terus berseliweran di medsos dan grup komunitas. Tick-tock dramatis menciptakan suasana seperti countdown eksekusi betul-betul. Malam sebelumnya, telegram, Twitter, dan Instagram dipenuhi kiriman photo memories dan cerita-cerita personal orang yang pernah menginap atau merayakan acara penting di Hotel Sultan.

Beberapa orang tua bercerita kepada anak-anak mereka tentang pengalaman dulu bermalam di hotel itu, bernostalgia dengan pelayanan yang ramah dan makanan yang lezat. Atmosfer itu memperkuat solidaritas emosional di antara mereka yang merasa rugi atas keputusan pembongkaran. Solidaritas berubah jadi motivasi untuk hadir di lapangan dan menaruh tubuh di antara buldoser dan bangunan bersejarah.

Pemerintah melalui pengelola GBK terus menandaskan bahwa keputusan final dan tidak dapat ditawar. Modernisasi kompleks olahraga itu dianggap prioritas untuk meningkatkan standar fasilitas internasional jelang berbagai acara olahraga besar di masa depan. Pembongkaran Hotel Sultan adalah bagian integral dari masterplan itu, dan eksekusi hari ini adalah perwujudan komitmen pemerintah terhadap grand design tersebut.

Ketika matahari terbit hari ini, Jakarta akan menjadi saksi atas hilangnya satu landmark ikonik. Baik aparat maupun simpatisan sudah bersiap. Kawat berduri telah tertancap. Barikade atau pun bukaan—salah satu akan terjadi di lapangan hari ini. Sejarah Jakarta sedang diputuskan dalam hitungan jam.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda