Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Massa Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

Massa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Jakarta mendukung program Makan Bergizi Gratis
Ratusan massa gelar aksi di Patung Kuda dukung program Makan Bergizi Gratis. (Ilustrasi: AI)

Di tengah kelumpuhan birokrasi, masyarakat mulai mengambil inisiatif. Melalui media sosial, beredar ajakan kepada warga untuk melaporkan indikasi penyelewengan langsung ke MAKI, Ombudsman, atau polisi. Gerakan crowdsourced ini merupakan sinyal bahwa publik siap menjadi watchdog jika institusi resmi tidak cukup gesit.

Aksi di Patung Kuda adalah manifestasi dari desakan itu. Peserta tidak hanya menuntut program tetap berjalan, tetapi juga implisit dan  meminta pemerintah membersihkan rumah sendiri sebelum kepercayaan publik sepenuhnya terkikis.

Kemitraan antara lembaga anti-korupsi, media massa, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal menjadi krusial. Jika BGN hanya mengandalkan audit internal, temuan seperti 100 dapur itu kemungkinan tidak akan pernah terunus. Hanya tekanan eksternal yang konsisten dan terukur yang bisa mendorong reform serius.

Dampak Kesehatan Anak Jangka Panjang

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022 menunjukkan angka stunting (kerdil) di Indonesia masih di kisaran 24 persen, jauh di atas target 14 persen pada 2024. Meskipun MBG baru berjalan penuh sejak 2023, efeknya sudah terukur di beberapa daerah: peningkatan rata-rata tinggi badan anak dan pengurangan absensi sekolah hingga 5-8 persen.

Jika program terganggu, perbaikan itu bisa mundur bertahun-tahun. Investasi dalam gizi anak adalah investasi paling rentabel: setiap dolar yang dikeluarkan hari ini mengurangi biaya kesehatan publik sebesar 5 dolar di masa depan, menurut penelitian dari Disease Control Priorities 2017.

Oleh karena itu, pertanyaan “Apa yang harus dilakukan?” bukan soal ideologi, tetapi ekonomi murni. Pemerintah harus memilih: memperkuat MBG dengan tata kelola yang bersih, atau membiarkan program ini terus lemah dan akhirnya ditinggalkan dengan biaya sosial-ekonomi yang jauh lebih besar di belakang hari.

Reformasi Tata Kelola: Keharusan, Bukan Pilihan

Perbaikan sistem tidak perlu rumit. Pertama, BGN sebaiknya menerbitkan daftar resmi semua dapur (nama, lokasi, kapasitas, penanggung jawab) di website publik. Kedua, setiap kontrak pengadaan bahan baku harus dicatatkan di platform e-procurement dengan harga unit yang transparan. Ketiga, laporan kualitas nutrisi dan tingkat kepuasan wali murid dikumpulkan via aplikasi sederhana dan dipublikasikan bulanan.

Keempat, setiap sekolah didampingi oleh koordinator MBG setengah waktu yang tidak hanya mengurus logistik, tetapi juga menjalin komunikasi langsung dengan orangtua murid tentang progress. Kelima, audit eksternal independen dilakukan tiap kuartal oleh firma yang ditunjuk transparansi melalui kompetisi.

Model ini bukan inovasi. Negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam sudah menerapkan mekanisme serupa untuk program makan sekolah mereka. Hasilnya: tingkat ketercapaian program naik 30-40 persen, dan kepuasan publik stabil di atas 75 persen.

Aksi Patung Kuda, dalam bahasa pragmatis pemerintah, adalah deadline informal. Publik telah memberikan satu kesempatan lagi: tunjukkan komitmen riil dengan reformasi nyata dalam 2-3 bulan ke depan. Jika tidak, desakan akan meningkat, dan kredibilitas pemerintah di isu kesejahteraan anak akan terkoyak lebih dalam lagi.

Program Makan Bergizi Gratis tetap relevan dan strategis. Tetapi relevansi itu hanya bertahan jika kelola dengan integritas. Ratusan peserta di Patung Kuda, pada intinya, sedang berbisik: “Kami masih percaya. Tapi jangan sia-siakan kepercayaan itu.”

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda