JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Piala Dunia 2026 memakai format baru: 48 tim, 16 grup, masing-masing hanya berisi tiga tim. Risikonya nyata yaitu dengan hanya dua pertandingan per tim, persaingan poin akan sangat ketat dan skenario nilai imbang antardua atau tiga tim di satu grup bukan hal mustahil.
FIFA sudah mengantisipasi ini. Lewat Peraturan Resmi FIFA Pasal 18.5, badan sepak bola dunia itu menetapkan tujuh lapis kriteria penentu peringkat grup yang berlaku secara berurutan. Artinya, kriteria berikutnya baru dipakai jika kriteria sebelumnya tak menghasilkan pemenang.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Tujuh Kriteria Resmi FIFA
Kriteria pertama adalah selisih gol keseluruhan kemudian selisih antara gol dicetak dan gol kemasukan di semua laga grup. Tim dengan selisih lebih besar langsung unggul.
Kalau selisih gol sama, giliran jumlah gol yang dicetak dihitung. Tim yang mencetak lebih banyak gol menang tipis di poin ini. Misalnya dua tim sama-sama selisih +2, tapi Tim A cetak 4 gol sementara Tim B hanya 3 dan Tim A yang lolos lebih dulu.
Baru setelah kedua kriteria itu habis, FIFA melihat hasil pertemuan langsung (head-to-head). Tim yang menang saat keduanya berhadapan di fase grup menempati posisi lebih tinggi. Tapi ada syaratnya: kriteria ini hanya berlaku jika semua tim yang nilainya sama sudah pernah saling bertemu.
Jika pertemuan langsung pun berakhir imbang, masuk ke kriteria keempat: selisih gol dalam duel langsung itu. Lalu, kalau masih sama, dihitung jumlah gol yang dicetak dalam pertemuan tersebut dan siapa yang lebih produktif, dia yang didahulukan.
Enam kriteria teknis belum cukup? FIFA punya poin fair-play sebagai penyangga. Setiap kartu mengurangi nilai tim: kartu kuning dikurangi 1 poin, kartu merah tidak langsung (akibat dua kartu kuning) dikurangi 3, kartu merah langsung dikurangi 4, dan kombinasi kartu kuning plus kartu merah langsung dikurangi 5. Tim dengan pengurangan paling sedikit menang.
Jika setelah enam lapis ini masih belum ada pemenang, yang secara statistik hampir mustahil maka FIFA akan menggelar pengundian resmi yang dipimpin langsung Komite Penyelenggara FIFA.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.