Riwayat Perawatan Rambut Sejak di Ajax
Langkah medis yang diambil Mazraoui ini sebenarnya bukan hal baru bagi sang pemain. Berdasarkan data rekam medis yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, mantan penggawa Ajax Amsterdam ini tercatat pernah melakukan prosedur serupa beberapa tahun silam untuk mengatasi masalah kerontokan rambut yang jamak dialami pria dewasa.
Pada Mei 2021, saat masih berseragam Ajax, ia mengunjungi Amsterdam Hair Institute untuk menjalani terapi FUE (Follicular Unit Extraction). Langkah taktis tersebut diambil guna memperbaiki garis rambut bagian depan yang mulai mundur akibat tekanan stres pertandingan tinggi dan faktor genetika.
| Tahun | Jenis Perawatan | Klinik / Lokasi |
|---|---|---|
| 2021 | Transplantasi Rambut FUE | Amsterdam Hair Institute |
| 2025 | Perawatan Rutin & Terapi PRP | Klinik Spesialis Eropa |
Memasuki awal tahun 2025, Mazraoui dikabarkan kembali menjalani sesi pemeliharaan yang dikombinasikan dengan terapi Platelet-Rich Plasma (PRP) untuk merangsang sirkulasi darah di kulit kepalanya. Tindakan berulang inilah yang diyakini menjadi alasan utama mengapa kepalanya harus dicukur hingga plontos selama berjuang membela panji negaranya di turnamen internasional kali ini.
Peran Krusial Bersama Timnas Maroko
Meski kulit kepalanya masih dalam masa pemulihan pasca-operasi, performa Mazraoui di lapangan tidak mengendur sedikit pun. Pelatih Maroko tetap memercayainya sebagai pilar utama di sektor bek kiri, posisi yang fasih ia mainkan meski berkaki dominan kanan berkat kecerdasan taktisnya membaca arah serangan lawan.
Kepercayaan besar dari tim pelatih itu dibayar tuntas saat Maroko sukses menahan imbang raksasa Amerika Selatan, Brasil, dengan skor 1-1 di laga pembuka grup yang berlangsung sengit. Bermain selama 80 menit penuh disiplin, Mazraoui sukses meredam agresivitas lini serang lawan yang diisi pemain-pemain lincah nan cepat.
Maroko bahkan sempat unggul lebih dulu lewat gol lob spektakuler yang dicetak oleh Ismael Saibari pada menit ke-42. Brasil baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat aksi individu bintang Real Madrid, Vinicius Junior, memanfaatkan kelengahan sesaat barisan pertahanan Maroko di menit ke-67.
Ketangguhan fisik dan fokus mental luar biasa yang ditunjukkan oleh Mazraoui membuktikan bahwa perawatan fisik di luar lapangan sama sekali tidak mengganggu komitmen profesionalnya untuk tampil habis-habisan di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini. Eks pemain Bayern Munchen ini membuktikan bahwa fokus penuh pada taktik mampu mengalahkan rasa tidak nyaman pasca-operasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.