JAKARTA — Smart glasses akan segera hadapi pembatasan ketat untuk pengemudi di Amerika Serikat. Negara bagian Illinois telah menyiapkan amandemen undang-undang yang melarang penggunaan smart glasses saat mengemudi, terlepas dari apakah perangkat tersebut dirancang untuk operasi hands-free atau tidak.
Momentum teknologi smart glasses memang sedang meningkat pesat. Perangkat seperti Google Glass dan Samsung Galaxy Glasses yang akan datang, serta Snap Spectacles yang baru diluncurkan, mulai menarik perhatian konsumen. Namun popularitas mereka juga memicu kekhawatiran dari pembuat kebijakan tentang keselamatan berkendara.
Mengapa Smart Glasses Menjadi Soal?
Berbeda dengan smartphone yang jelas memerlukan tangan untuk dioperasikan, smart glasses dirancang bekerja hands-free — cukup melalui suara atau gerakan mata. Logikanya, mereka seharusnya lebih aman di jalan dibanding ponsel. Namun legislator Illinois melihatnya berbeda.
Masalahnya terletak pada sifat intrinsik smart glasses: mereka menampilkan informasi langsung di depan mata pengguna. Baik itu audio-only glasses seperti produk Google dan Samsung, maupun glasses dengan built-in display seperti Snap Spectacles, keduanya bisa mengganggu konsentrasi pengemudi. Informasi yang muncul — notifikasi, peta, atau konten lainnya — dapat mengalihkan perhatian dari jalan.
“Undang-undang baru itu tidak membuat perbedaan antara audio-only glasses dan glasses dengan layar bawaan,” lapor Gizmodo. Artinya, semua jenis smart glasses akan dilarang, tanpa pengecualian untuk hands-free operation.
Pembatasan Serupa untuk Smartphone — Standar Baru untuk Smart Glasses
Pembatasan terhadap penggunaan perangkat elektronik saat berkendara sudah lama diterapkan di berbagai tempat. Banyak negara bagian dan kota melarang penggunaan smartphone, dengan pengecualian hanya untuk panggilan hands-free. Namun smart glasses menghadirkan tantangan berbeda.
Smartphone yang digenggam jelas terlihat dan mudah diidentifikasi oleh petugas lalu lintas. Smart glasses? Jauh lebih sulit. Seorang pengemudi bisa mengenakan mereka tanpa ketahuan, membuat penegakan hukum menjadi masalah tersendiri. Inilah salah satu alasan mengapa Illinois memilih untuk melarang secara total, bukan membuat pengecualian.
Illinois Memimpin, Negara Bagian Lain akan Menyusul
Saat ini, undang-undang Illinois telah lulus tahap legislatif dan tinggal menunggu penandatanganan menjadi hukum. Sekali diberlakukan, ada kemungkinan besar negara bagian lain akan mengikuti jejaknya.
Tren ini mencerminkan pola yang sudah pernah terjadi sebelumnya dengan teknologi baru lainnya. Ketika smartphone mulai beredar, beberapa yurisdiksi cepat merespons dengan regulasi. Kini, seiring smart glasses memasuki fase mainstream — mirip dengan perjalanan smartwatch lebih dari satu dekade lalu — pembuat kebijakan sekali lagi berusaha mendapatkan keunggulan dalam regulasi.
Tantangan bagi industri smart glasses adalah batasan ini bisa meluas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Meski Indonesia belum melihat lonjakan adopsi smart glasses seserius di Amerika, konteks keselamatan berkendara sama pentingnya. Undang-undang lalu lintas Indonesia sudah melarang penggunaan ponsel saat berkendara, dan smart glasses bisa menjadi peraturan tambahan dalam waktu dekat.
Apa Artinya untuk Pengguna dan Industri?
Bagi pengguna, pembatasan ini berarti mereka tidak bisa mengenakan smart glasses sama sekali saat berkendara di negara bagian dengan regulasi ketat — atau menghadapi denda jika tertangkap. Industri, di sisi lain, menghadapi hambatan penjualan yang signifikan, terutama di kalangan pengguna yang mengandalkan perangkat untuk navigasi atau informasi real-time.
Namun ada sisi positifnya: pembatasan ini bisa mendorong inovasi. Manufaktur smart glasses mungkin akan mengembangkan mode “driving-safe” yang secara otomatis menonaktifkan display atau fungsi tertentu saat perangkat mendeteksi pengguna sedang mengemudi. Beberapa teknologi automotive sudah menerapkan prinsip serupa untuk mengurangi gangguan pengemudi.
Perjalanan smart glasses menuju mainstream ternyata tidak sehalus yang diperkirakan. Seperti teknologi disruptif lainnya, mereka harus menavigasi lanskap regulasi yang terus berkembang — dan dalam hal ini, pembuat kebijakan tampaknya selangkah lebih maju dalam mengantisipasi risiko.
Ringkasan Singkat
Apa yang terjadi? Illinois menyiapkan undang-undang yang melarang penggunaan smart glasses saat berkendara, dengan atau tanpa layar built-in.
Mengapa penting? Smart glasses bisa mengganggu konsentrasi pengemudi meski hands-free, dan sulit diidentifikasi oleh penegak hukum, sehingga membutuhkan pembatasan ketat.
Apa selanjutnya? Negara bagian lain kemungkinan akan mengikuti, dan industri smart glasses perlu berinovasi untuk mengatasi hambatan regulasi ini.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.