JAKARTA — pedal rem robotaxi kini jadi sasaran aturan baru di Amerika Serikat. Badan keselamatan jalan raya AS, NHTSA, mengusulkan agar kendaraan otonom tanpa kontrol manual boleh diproduksi tanpa pedal rem dan rem parkir tangan.
Usulan itu muncul karena regulator menilai kewajiban memasang kontrol manual justru bisa menghambat inovasi. Di saat yang sama, NHTSA tetap meminta mobil otonom mampu berhenti dengan aman dan memenuhi standar jarak pengereman yang sudah berlaku.
Pedal rem robotaxi dianggap mengganggu desain mobil otonom
Dalam pemberitahuan resmi yang dipublikasikan Jumat, NHTSA mengatakan aturan keselamatan federal untuk mobil penumpang ringan perlu diubah. Fokusnya ada pada kendaraan yang memakai automated driving systems, atau ADS, tanpa setir, pedal, dan tuas manual lain.
Selama ini, standar federal mewajibkan kendaraan punya service brake yang dioperasikan kaki dan rem parkir manual. NHTSA menilai syarat itu cocok untuk mobil biasa, tapi tidak selaras dengan robotaxi yang sepenuhnya dikendalikan sistem otomatis.
Regulator menulis bahwa kontrol manual semacam itu bisa menjadi risiko baru. Penumpang, menurut NHTSA, dapat sengaja atau tidak sengaja mengambil alih sistem yang seharusnya bekerja sendiri. Dalam kendaraan tanpa sopir, semua orang di kabin pada dasarnya adalah penumpang, bukan pengemudi.
“Terlepas dari cara pengoperasian rem, sistem pengereman harus tetap mampu menghentikan kendaraan dengan aman, sebagaimana sudah diwajibkan standar,” kata NHTSA dalam proposalnya. Badan itu menambahkan bahwa aturan baru akan menghapus beban regulasi dan biaya yang tidak perlu tanpa berdampak negatif pada keselamatan kendaraan.
Standar pengereman tetap ada, tapi cara menghentikan mobil belum seragam
Yang berubah bukan kemampuan berhenti, melainkan bentuk kontrolnya. NHTSA tetap mempertahankan persyaratan jarak berhenti untuk robotaxi. Masalahnya, badan itu juga mengakui metode uji untuk kendaraan tanpa sopir masih perlu dikembangkan lebih jauh.
Di sinilah persoalan mulai rumit. NHTSA tidak meminta satu metode baku bagi penumpang untuk menghentikan kendaraan. Artinya, setiap produsen bisa memakai cara berbeda, selama penumpang tetap diberi jalan untuk meminta mobil berhenti.
“Ekspektasi NHTSA adalah, jika kontrol ini dihapus, penumpang tetap diberi sarana untuk mengarahkan kendaraan yang dioperasikan ADS agar berhenti,” tulis badan itu. “Namun cara penumpang menunjukkan keinginan tersebut kemungkinan akan berbeda menurut pabrikan.”
Pernyataan itu penting. Tanpa standar yang seragam, tombol darurat di satu merek bisa berbeda jauh dari merek lain. Ada yang mungkin memakai tombol fisik, ada yang mengandalkan perintah suara, ada pula yang memanfaatkan aplikasi atau layar sentuh. Untuk penumpang, itu bukan sekadar soal desain. Itu soal refleks saat keadaan darurat.
Waymo, Tesla, dan debat lama soal keselamatan robotaxi
Usulan NHTSA datang di saat banyak produsen dan operator taksi tanpa sopir sudah menyiapkan kendaraan tanpa kontrol manual. Tesla, Waymo, dan Amazon termasuk pihak yang dikaitkan dengan pengembangan model seperti ini, meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda.
Di sisi lain, teknologi bantuan pengemudi yang masih memakai pedal rem tetap akan tunduk pada aturan lama. Mobil dengan setir, pedal, atau sistem bantuan seperti Tesla Autopilot dan Ford BlueCruise tetap wajib memiliki pedal rem. Jadi, relaksasi ini hanya berlaku untuk kendaraan ADS murni, bukan mobil biasa yang sekadar dibantu sistem pintar.
NHTSA juga sedang berjalan di atas garis tipis. Proposal mereka mengakui bahwa teknologi ADS “masih berkembang” dan banyak manfaatnya belum sepenuhnya terlihat. Namun pada saat yang sama, regulator justru siap mengendurkan salah satu perangkat kontrol paling dasar di kendaraan.
Itu sebabnya wacana ini langsung memancing perhatian. Robotaxi memang menjanjikan efisiensi dan perjalanan tanpa pengemudi, tetapi kasus keselamatan masih terus membayangi. Dari mobil Waymo yang pernah masuk jalan banjir hingga insiden fatal yang menyeret Tesla Autopilot, publik masih menguji seberapa jauh kendaraan otonom benar-benar aman di jalan umum.
Pengawasan NHTSA ikut disorot setelah pemangkasan staf
Debat soal pedal rem robotaxi juga tak bisa dilepaskan dari posisi NHTSA sendiri. Dilaporkan The Verge, badan itu beberapa kali berhadapan dengan produsen yang mendorong teknologi bantuan mengemudi kontroversial, terutama Tesla. Namun pengawasannya disebut ikut terpukul setelah pemangkasan staf saat Elon Musk memimpin Department of Government Efficiency.
Menurut laporan itu, pemotongan paling berat menimpa pegawai yang bertugas mengatur kendaraan otonom. Jika benar, situasinya membuat penyusunan aturan baru menjadi makin sensitif. Regulasi yang longgar bisa memicu risiko. Regulasi yang terlalu kaku bisa membuat inovasi macet.
Itulah taruhannya. Bagi produsen, penghapusan pedal rem robotaxi akan memudahkan desain kabin dan membuka jalan menuju armada tanpa kontrol manual. Bagi penumpang, pertanyaan utamanya jauh lebih sederhana: kalau mobil perlu berhenti mendadak, siapa yang benar-benar bisa menghentikannya, dan secepat apa?
Masukan publik untuk proposal NHTSA dibuka sampai 27 Juli. Nomor dokumen NHTSA-2026-0728 memang sudah disebut dalam pemberitahuan, tapi belum muncul di portal web pendaftaran dukungan atau keberatan. Prosesnya masih berjalan, dan hasilnya akan menentukan seberapa jauh mobil otonom boleh melepaskan kontrol manusia dari kabin.
Ringkasan singkat:
1. NHTSA mengusulkan kendaraan ADS murni boleh tanpa pedal rem dan rem parkir manual.
2. Standar kemampuan berhenti tetap berlaku, tetapi metode untuk meminta mobil berhenti belum diseragamkan.
3. Proposal ini dibuka untuk komentar publik hingga 27 Juli, dan hasilnya bisa memengaruhi desain robotaxi ke depan.
FAQ singkat:
Apa yang diubah NHTSA? Aturan yang mewajibkan pedal rem dan rem parkir manual pada kendaraan otonom tanpa kontrol manual.
Apakah semua mobil otomatis kena aturan ini? Tidak. Mobil dengan setir dan pedal, termasuk yang punya fitur bantuan pengemudi, tetap wajib memakai pedal rem.
Kenapa ini penting? Karena keputusan ini akan memengaruhi desain robotaxi, cara penumpang menghentikan kendaraan, dan standar keselamatan mobil tanpa sopir di masa depan.
Ke depan, perdebatan akan bergeser dari soal ada atau tidaknya pedal ke pertanyaan yang lebih mendasar: kontrol darurat seperti apa yang paling masuk akal untuk kendaraan yang tidak lagi mengenal pengemudi.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.