Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Smart glasses akan hadapi pembatasan ketat untuk pengemudi

Smart glasses di atas setir mobil menunjukkan konsep pembatasan teknologi wearable untuk pengemudi
Smart glasses akan segera hadapi pembatasan ketat untuk pengemudi di Illinois. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Smart glasses akan segera hadapi pembatasan ketat untuk pengemudi di Amerika Serikat. Negara bagian Illinois telah menyiapkan amandemen undang-undang yang melarang penggunaan smart glasses saat mengemudi, terlepas dari apakah perangkat tersebut dirancang untuk operasi hands-free atau tidak.

Momentum teknologi smart glasses memang sedang meningkat pesat. Perangkat seperti Google Glass dan Samsung Galaxy Glasses yang akan datang, serta Snap Spectacles yang baru diluncurkan, mulai menarik perhatian konsumen. Namun popularitas mereka juga memicu kekhawatiran dari pembuat kebijakan tentang keselamatan berkendara.

Mengapa Smart Glasses Menjadi Soal?

Berbeda dengan smartphone yang jelas memerlukan tangan untuk dioperasikan, smart glasses dirancang bekerja hands-free — cukup melalui suara atau gerakan mata. Logikanya, mereka seharusnya lebih aman di jalan dibanding ponsel. Namun legislator Illinois melihatnya berbeda.

Masalahnya terletak pada sifat intrinsik smart glasses: mereka menampilkan informasi langsung di depan mata pengguna. Baik itu audio-only glasses seperti produk Google dan Samsung, maupun glasses dengan built-in display seperti Snap Spectacles, keduanya bisa mengganggu konsentrasi pengemudi. Informasi yang muncul — notifikasi, peta, atau konten lainnya — dapat mengalihkan perhatian dari jalan.

“Undang-undang baru itu tidak membuat perbedaan antara audio-only glasses dan glasses dengan layar bawaan,” lapor Gizmodo. Artinya, semua jenis smart glasses akan dilarang, tanpa pengecualian untuk hands-free operation.

Pembatasan Serupa untuk Smartphone — Standar Baru untuk Smart Glasses

Pembatasan terhadap penggunaan perangkat elektronik saat berkendara sudah lama diterapkan di berbagai tempat. Banyak negara bagian dan kota melarang penggunaan smartphone, dengan pengecualian hanya untuk panggilan hands-free. Namun smart glasses menghadirkan tantangan berbeda.

Smartphone yang digenggam jelas terlihat dan mudah diidentifikasi oleh petugas lalu lintas. Smart glasses? Jauh lebih sulit. Seorang pengemudi bisa mengenakan mereka tanpa ketahuan, membuat penegakan hukum menjadi masalah tersendiri. Inilah salah satu alasan mengapa Illinois memilih untuk melarang secara total, bukan membuat pengecualian.

Illinois Memimpin, Negara Bagian Lain akan Menyusul

Saat ini, undang-undang Illinois telah lulus tahap legislatif dan tinggal menunggu penandatanganan menjadi hukum. Sekali diberlakukan, ada kemungkinan besar negara bagian lain akan mengikuti jejaknya.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda