Kenapa redistribusi sulit jalan di Amerika
Porter menulis bahwa ketimpangan besar di Amerika bukan semata kesalahan Donald Trump. Ia adalah fitur yang bertahan lintas pemerintahan, baik Demokrat maupun Republik. Para ekonom di University of California, Berkeley, bahkan menemukan bahwa 400 orang Amerika terkaya membayar porsi pajak dari pendapatan mereka lebih kecil dibanding rata-rata warga biasa. Penyebabnya jelas: ada banyak celah untuk memindahkan aset, menunda pajak, dan menyusun struktur kekayaan agar tagihan fiskal mengecil.
Di sinilah persoalannya menjadi rumit. Banyak orang kaya di Amerika tidak hidup dari gaji besar, melainkan dari kenaikan nilai saham. Mereka bisa menerima penghasilan resmi yang rendah, lalu membiayai hidup dengan pinjaman yang dijamin saham. Saham itu tidak dijual, jadi pajak capital gain belum jatuh tempo. Saat diwariskan, unrealized capital gains atau keuntungan yang belum direalisasikan itu juga sering berpindah tanpa beban pajak besar. Dalam artikel Porter, aset seperti itu mencakup 55 persen dari harta warisan terbesar.
Satu kalimat yang menohok datang dari logika sistem itu sendiri: makin besar kekayaan, makin piawai cara menyembunyikan penghasilan kena pajak. Elon Musk, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Larry Ellison, hingga Larry Page menjadi contoh paling terang. Mereka bukan sekadar orang kaya. Mereka berada di atas sistem yang dirancang untuk melindungi akumulasi modal.
Elon Musk, pajak, dan ekonomi plutokrasi
Elon Musk, yang kini berada di pusat percakapan soal triliunan dolar kekayaan, disebut sebagai penerima untung dari kemakmuran Amerika yang timpang. ProPublica, dalam laporan investigasinya, menyebut kekayaan Musk naik 13,9 miliar dolar AS antara 2014 dan 2018, sementara pajak yang ia bayar atas pendapatan resmi hanya 455 juta dolar AS. Pada 2015, ia disebut membayar 68 ribu dolar AS pajak penghasilan federal. Tahun 2017, 65 ribu dolar AS. Tahun 2018, nihil.
Angka itu penting karena memperlihatkan bagaimana sistem bekerja untuk kelompok paling atas. Mereka bisa sangat kaya tanpa harus memiliki pendapatan kena pajak yang besar. Mereka punya aset yang terus naik nilainya. Mereka punya penasihat pajak. Mereka punya struktur perusahaan. Dan mereka punya waktu.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.