Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Mana Lebih Cuan Usai BI Rate Naik Lagi: Menabung Atau Investasi?

BI Rate naik memicu pilihan menabung atau investasi
BI Rate naik ke 5,75%. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — BI Rate naik lagi ke 5,75 persen. Pertanyaan yang langsung muncul: uang lebih aman ditaruh di tabungan, atau justru dipindah ke investasi?

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia itu membuat banyak orang melirik deposito. Namun, dua perencana keuangan menilai keputusan itu tidak sesederhana membandingkan bunga tabungan dengan potensi imbal hasil investasi.

BI Rate naik, minat ke simpanan ikut terdorong

Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Juni 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut langkah itu ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah pada 2026 dan 2027.

Bagi masyarakat, efek paling cepat biasanya terasa di instrumen simpanan. Deposito bank berpeluang ikut menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Tapi kenaikan ini belum tentu otomatis membuat menabung lebih cuan dibandingkan investasi, terutama jika tujuan keuangannya jangka panjang.

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi tidak bisa disamakan karena karakter dasarnya berbeda. Menurut dia, menabung memberi rasa aman dan jaminan, sedangkan investasi membawa risiko yang lebih tinggi.

“Menabung tidak bisa disamakan dengan investasi karena menabung memiliki jaminan dan relatif aman, sementara investasi memiliki risiko. Jadi tidak bisa langsung disimpulkan menabung lebih menguntungkan hanya karena suku bunga naik,” kata Aidil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/6).

Ia melihat masyarakat saat ini cenderung berhitung lebih hati-hati. Ketidakpastian datang dari banyak arah. Kebijakan pemerintah, arah ekonomi global, sampai penilaian lembaga indeks global MSCI terhadap pasar keuangan Indonesia ikut memengaruhi keputusan menempatkan dana.

Dalam situasi seperti ini, sebagian orang memilih instrumen yang dianggap lebih tenang. Deposito dan dolar AS masih jadi pilihan yang banyak dilirik, sementara instrumen berisiko cenderung ditahan dulu.

“Orang masih lebih banyak menaruh uang di deposito dan forex, khususnya dolar AS, dibandingkan berinvestasi,” ujarnya.

Deposito terlihat menarik, saham tetap punya ruang

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda