Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Lewat Seminar Penulisan Ilmiah, HaEBI Unhas Edukasi Pemanfaatan AI…

Pemanfaatan AI dalam seminar penulisan ilmiah Unhas
Pemanfaatan AI jadi sorotan di seminar HaEBI Unhas. (Ilustrasi: AI)

Masalah lain muncul saat AI dipakai tanpa pengawasan manusia. Hasil yang terdengar meyakinkan belum tentu benar. Ada jawaban yang tampak rapi, tapi isinya salah. Ada paragraf yang mengalir, tetapi melompat dari satu klaim ke klaim lain tanpa dasar yang kuat. Di situlah peran manusia tetap menentukan.

“AI boleh membantu, tetapi manusia tetap harus memutuskan, memverifikasi, merevisi, dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya,” tegasnya.

Kalimat itu menjadi garis pembatas yang jelas. AI boleh masuk ke ruang akademik, tapi tidak boleh mengambil alih tanggung jawab intelektual. Mahasiswa tetap wajib paham apa yang mereka tulis, dari mana data datang, dan kenapa argumen itu dipilih. Tanpa itu, tulisan ilmiah cuma tampak canggih di permukaan.

Bagi kampus, pesan seperti ini juga relevan karena penggunaan teknologi generatif terus meluas. Di banyak ruang kelas, dosen mulai berhadapan dengan pertanyaan baru: mana karya mahasiswa, mana bantuan mesin, dan sejauh apa bantuan itu masih bisa diterima. Seminar semacam ini membantu memberi batas yang lebih sehat.

Etika akademik tetap jadi fondasi

Naufal berharap mahasiswa memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. Ia mendorong peserta seminar untuk menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti proses belajar. Dengan cara itu, karya ilmiah tetap tumbuh dari pemikiran yang jujur, bukan sekadar hasil salin-tempel yang dipoles otomatis.

Pesan ini juga sejalan dengan kebutuhan kampus yang ingin menjaga mutu akademik. Di satu sisi, teknologi menawarkan efisiensi. Di sisi lain, integritas tidak boleh turun. Keduanya harus berjalan bersama. Kalau tidak, kemudahan justru berubah jadi jebakan.

Di seminar yang berlangsung di FEB Unhas itu, topik yang dibawa terasa sederhana, tapi dampaknya besar. Mahasiswa hari ini hidup bersama mesin yang bisa menulis, merangkum, dan menyarankan. Tantangannya bukan cuma memakai AI. Tantangannya adalah tetap berpikir saat AI sudah terlalu mudah memberi jawaban.

Dan di situ letak inti seminar ini: pemanfaatan AI memang bisa memperkuat kualitas karya ilmiah, asalkan manusia tetap memegang kendali. Satu kalimat Naufal merangkum semuanya dengan jelas—AI membantu, manusia memutuskan. Titik.

Ringkasan singkat

1. HaEBI Unhas menggelar Seminar Penulisan Ilmiah di Ruang Pegadaian FEB Unhas, Makassar, Senin (22/6), dengan fokus pada pemanfaatan AI.

2. Naufal Muh Aksah SE menyebut AI bisa membantu mencari ide, menyusun struktur, memperbaiki bahasa, dan mendukung riset, tetapi tidak boleh menggantikan tanggung jawab manusia.

3. Penggunaan AI perlu diawasi agar mahasiswa tetap menjaga verifikasi data, orisinalitas gagasan, dan integritas akademik.

FAQ singkat

Apa inti seminar ini? Edukasi tentang pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah yang etis dan bertanggung jawab.

Siapa pematerinya? Naufal Muh Aksah SE, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Kenapa topik ini penting? Karena AI makin dekat dengan aktivitas kampus dan bisa membantu, tetapi juga berisiko jika dipakai tanpa pengawasan manusia.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda