Rabu, 24 Juni 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

7 Amalan Sunnah Bulan Muharram Sesuai Dalil Shahih untuk Umat Islam

7 Amalan Sunnah Bulan Muharram Sesuai Dalil Shahih untuk Umat Islam
7 Amalan Sunnah Bulan Muharram Sesuai Dalil Shahih untuk Umat Islam. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM –Β Umat Islam akan segera menyambut pergantian tahun baru Hijriah yang diawali dengan bulan Muharram, sebuah momentum sakral yang dinilai sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Keistimewaan bulan ini terletak pada pelipatgandaan pahala atas setiap kebajikan yang dilakukan, sekaligus peringatan keras terhadap perbuatan maksiat.

Dampak spiritual dari kedatangan bulan ini sangat besar bagi kaum muslimin yang ingin menghapus dosa-dosa masa lalu melalui berbagai ibadah yang dianjurkan. Rasulullah SAW memberikan tuntunan eksplisit mengenai aktivitas ibadah harian yang bernilai pahala besar sepanjang bulan mulia ini.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI menegaskan pentingnya umat Islam mengisi lembaran baru tahun Hijriah dengan peningkatan kualitas spiritual secara konsisten dan menghindari amalan tanpa dasar hukum Islam yang jelas.

Keutamaan Memuliakan Bulan Haram

Allah SWT secara eksplisit menegaskan kehormatan bulan-bulan haram dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 36. Empat bulan yang disucikan tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Imam Qatadah, seorang ahli tafsir terkemuka, menjelaskan bahwa kezaliman yang dilakukan pada bulan-bulan haram ini memiliki nilai dosa yang jauh lebih besar dan berat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Atas dasar itulah, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak tobat, menjauhi maksiat, dan konsisten menjalankan amalan sunnah bulan Muharram.

Jenis-Jenis Amalan Sunnah Bulan Muharram

Berikut adalah tujuh amalan sunnah bulan Muharram sesuai dengan dalil-dalil shahih yang dapat diamalkan oleh setiap muslim untuk mendulang pahala:

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Ibadah puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi setelah puasa wajib di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim no. 1163).

Umat Islam dibebaskan untuk memilih hari untuk berpuasa, seperti puasa Senin-Kamis, puasa pertengahan bulan (Ayyamul Bidh) pada tanggal 13, 14, dan 15, atau menerapkan puasa Daud.

2. Melaksanakan Puasa Hari Asyura dan Tasu’a

Puncak ibadah puasa di bulan ini jatuh pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Puasa Asyura. Keutamaan puasa ini sangat luar biasa karena mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu sebagaimana sabda Nabi SAW dalam hadis riwayat Muslim nomor 1162.

Untuk membedakan diri dengan ritual ibadah kaum Yahudi, umat Islam sangat dianjurkan untuk mendampinginya dengan Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

3. Memperbanyak Dzikir, Istighfar, dan Tobat

Muharram merupakan bulan diterimanya tobat beberapa nabi terdahulu, termasuk Nabi Adam AS. Oleh karena itu, memperbanyak bacaan Sayyidul Istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta selawat nabi sangat dianjurkan untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa.

4. Membaca Doa Awal dan Akhir Tahun

Meskipun tidak ditemukan dalil khusus yang secara spesifik membatasi lafal doa dari Rasulullah SAW, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memanjatkan doa kebaikan. Fokus doa ini adalah memohon perlindungan dari godaan setan serta meminta keberkahan umur di tahun yang baru.

5. Menyantuni Anak Yatim dan Bersedekah

Berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan fakir miskin, mendatangkan berkah melimpah di bulan haram ini. Memberikan kegembiraan kepada mereka pada hari Asyura merupakan tindakan yang sangat terpuji.

6. Mempererat Tali Silaturahmi

Mengunjungi orang tua, sanak saudara, serta tetangga untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan merupakan langkah konkret dalam mengaplikasikan nilai-nilai kedamaian bulan Muharram.

7. Meningkatkan Interaksi dengan Al-Quran

Membaca, mentadaburi, serta mengamalkan isi kandungan Al-Quran menjadi benteng pertahanan spiritual terbaik dalam memasuki tahun baru Hijriah.

Amalan Utama Waktu Pelaksanaan Landasan Hukum / Dalil
Puasa Tasu’a 9 Muharram HR. Muslim No. 1134
Puasa Asyura 10 Muharram HR. Muslim No. 1162
Sedekah & Silaturahmi Sepanjang Bulan Umum (QS. At-Taubah: 36)

Waspadai Amalan Tanpa Tuntunan (Bid’ah)

Umat Islam juga diingatkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai ritual keagamaan yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam syariat Islam. Beberapa aktivitas seperti pelaksanaan sholat khusus awal tahun sebanyak empat rakaat secara berjamaah, kewajiban memasak bubur Asyura, ritual mandi di sumur tertentu, hingga pembacaan doa khusus dengan hitungan ratusan kali tanpa tuntunan, dikategorikan oleh para ulama sebagai perkara baru yang diada-adakan.

“Kita cukup berpegang teguh pada amalan-amalan yang terbukti memiliki jalur periwayatan yang shahih agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ujar ulama kharismatik dalam sebuah kajian fikih kontemporer.

Estimasi Jadwal Muharram 1448 Hijriah

Berdasarkan perhitungan hisab awal, tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Namun, kepastian mengenai tanggal persisnya tetap harus menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.

Dengan mengetahui jadwal estimasi ini, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk menyusun agenda ibadah secara maksimal, terutama dalam merencanakan pelaksanaan ibadah puasa Tasu’a dan Asyura.

Ringkasan Informasi Amalan Muharram

1. Apakah boleh berpuasa satu bulan penuh di bulan Muharram?

Berpuasa sunnah sangat dianjurkan, namun sebaiknya tidak berpuasa sebulan penuh agar tidak menyerupai puasa wajib Ramadhan.

2. Bagaimana jika hanya bisa berpuasa pada 10 Muharram saja?

Puasanya tetap sah dan mendapatkan keutamaan, namun makruh jika sengaja tanpa alasan tidak mendampinginya dengan puasa tanggal 9 Muharram.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa akhir tahun?

Doa akhir tahun umumnya dibaca setelah ibadah sholat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda