Keputusan FIFA ini langsung memicu ingatan publik pada momen canggung di final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Saat itu, Chelsea berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain di stadion yang sama di New Jersey.
Donald Trump diundang ke podium untuk memberikan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James. Protokol awalnya meminta Trump segera meninggalkan panggung setelah menyerahkan piala. Nyatanya, ia justru bertahan di podium dan ikut berpose merayakan kemenangan bersama para pemain yang tampak bingung. Momen ini sempat viral dan memicu berbagai reaksi jenaka dari warganet di seluruh dunia.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
“Mereka memberi tahu saya bahwa dia akan menyerahkan trofi lalu turun. Saya pikir dia akan langsung pergi, tapi dia memilih untuk tetap di sana,” kata Reece James waktu itu seperti dikutip dari The Guardian. Rekan setimnya, Cole Palmer, juga mengaku sempat bingung dengan kehadiran sang presiden di tengah riuh selebrasi tim.
Kendati ada potensi kejadian serupa terulang, FIFA tampaknya tidak peduli. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut tetap mantap mempercayakan prosesi penyerahan trofi Piala Dunia 2026 kepada Donald Trump demi menambah kemegahan upacara penutupan di Amerika Serikat. Protokol yang lebih ketat kabarnya tengah digodok agar jalannya seremoni tetap elegan tanpa mengurangi kegembiraan para pemain di atas lapangan hijau nanti.
Dampak Logistik dan Keamanan Super Ketat
Keterlibatan aktif seorang Presiden Amerika Serikat dalam laga puncak tentu membawa konsekuensi besar pada aspek non-teknis. Agen Rahasia AS (Secret Service) dipastikan akan mengambil alih komando pengamanan di sekitar Stadion MetLife berhari-hari sebelum sepak mula final dimulai.
Bagi penonton yang memegang tiket laga final, aturan skrining diproyeksikan bakal jauh lebih ketat dari standar pertandingan biasa. Akses masuk stadion, pembatasan ruang udara, hingga sterilisasi area VIP akan ditingkatkan ke level tertinggi yang setara dengan kunjungan kenegaraan resmi.
Meski menambah kerumitan birokrasi di lapangan, kehadiran Trump diyakini bakal mendongkrak nilai komersial turnamen ini ke titik tertinggi baru. Sorotan kamera global tidak hanya akan tertuju pada drama taktik di lapangan, melainkan juga pada interaksi politik yang tersaji di tribun kehormatan. AS kini bersiap menyajikan pertunjukan olahraga terbesar abad ini dengan segala kemewahan khas mereka.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.