Jumat, 26 Juni 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

LAMR Apresiasi Milad ke-242 Pekanbaru dan Jaga Budaya Melayu

Ketua LAMR beri pesan Milad ke-242 Pekanbaru jaga budaya Melayu
LAMR Apresiasi Milad ke-242 Pekanbaru dan Jaga Budaya Melayu. Foto: Dok. KBO Babel/ JournalArta

PEKANBARU, JOURNALARTA.COM – Milad ke-242 Pekanbaru mendapat apresiasi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang menilai kota ini terus bergerak maju lewat investasi, infrastruktur, dan perdagangan. Di saat yang sama, LAMR mengingatkan agar laju modernisasi tidak mengikis budaya Melayu yang menjadi jati diri Pekanbaru.

Pesan itu mengemuka jelang peringatan hari jadi kota. Bagi LAMR, pembangunan yang cepat memang penting, tapi karakter daerah tidak boleh ikut hilang di jalan.

Milad ke-242 Pekanbaru dan pesan LAMR

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf, menyebut Pekanbaru layak diapresiasi karena menunjukkan kemajuan nyata dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyoroti pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, serta ramainya aktivitas perdagangan dan jasa yang mendorong kota itu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

β€œSyabas dan tahniah Milad ke-242 Kota Pekanbaru yang semakin maju, modern dan berdaya saing,” ujar Marjohan di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).

Ucapan itu disampaikan bukan sekadar seremoni. Marjohan menegaskan, ukuran kemajuan kota tidak berhenti pada gedung-gedung tinggi, teknologi baru, atau derasnya modal yang masuk. Ada hal lain yang lebih mendasar: apakah pembangunan itu masih memberi tempat bagi nilai agama, adat, bahasa, dan budaya Melayu.

β€œTetaplah melangkah ke depan tanpa menghilangkan budaya Melayu sebagai jati diri. Insyaallah, nilai-nilai Melayu tetap terjaga di Pekanbaru,” katanya.

Menurut dia, masyarakat Melayu mewarisi adat istiadat, bahasa, norma agama, dan tata krama yang sudah lama melekat dalam kehidupan sosial di Riau. Warisan itu bukan ornamen. Itu identitas.

Budaya Melayu di tengah kota yang tumbuh cepat

Perkembangan Pekanbaru memang tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai ibu kota Provinsi Riau. Kota ini terus tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, dan jasa. Arus orang, modal, dan barang ikut mendorong wajah kota berubah lebih cepat dari sebelumnya.

Di titik itulah LAMR melihat ada tantangan yang tidak ringan. Globalisasi membuat kota-kota modern bergerak seragam. Mall, gedung bertingkat, dan gaya hidup urban bisa hadir di mana saja. Yang membedakan justru karakter lokal. Kalau itu pudar, Pekanbaru bisa kehilangan marwahnya.

Marjohan menilai pembangunan ideal adalah pembangunan yang tidak memisahkan ekonomi dari nilai. Teknologi boleh maju. Investasi boleh masuk. Kota boleh modern. Tapi norma agama, adat, bahasa, dan budaya harus tetap berjalan bersama.

Pandangan ini penting bagi Pekanbaru karena kota yang tumbuh tanpa pegangan budaya berisiko kehilangan arah. Warga muda bisa makin jauh dari akar tradisi. Ruang publik bisa makin asing dari ekspresi Melayu. Dan pada akhirnya, identitas kota jadi kabur.

Kenapa pesan ini penting bagi warga

Pesan LAMR punya makna langsung bagi warga Pekanbaru. Pembangunan bukan cuma urusan jalan mulus atau kawasan bisnis yang ramai. Bagi masyarakat, pembangunan juga soal ruang hidup yang masih mengenal adat, sopan santun, dan bahasa daerah.

Itu sebabnya, peringatan Milad ke-242 Pekanbaru tidak hanya menjadi ajang merayakan usia kota. Momen ini juga jadi ruang mengingat kembali apa yang membuat Pekanbaru berbeda dari kota lain. Bagi LAMR, jawabannya jelas: Melayu.

Selama budaya itu dijaga, Pekanbaru bisa tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan akar. Kalau tidak, kemajuan hanya terlihat di permukaan. Dalam jangka panjang, kota memang bisa sibuk. Tapi tidak lagi bermarwah.

β€œModern berjalan seiring dengan nilai-nilai atau norma agama, adat, bahasa dan budaya. Tetaplah bermarwah serta bermartabat di Bumi Lancang Kuning Riau,” tegas Marjohan.

Dengan nada itu, LAMR menutup pesannya di momentum Milad ke-242 Pekanbaru: maju terus, tapi jangan tercerabut dari Melayu. Bagi lembaga adat, itulah ukuran kemajuan yang paling utuh.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda