Mengisi tangki dengan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan memiliki konsekuensi serius. Jika Anda menggunakan Pertalite pada mesin berasio kompresi tinggi, bersiaplah menghadapi mesin ngelitik, penurunan tenaga, piston cepat aus, dan penumpukan kerak.
Sebaliknya, jika Anda memilih Pertamax Turbo untuk mesin berasio kompresi rendah, pembakaran tidak akan sempurna. Gejalanya meliputi busi cepat menghitam, konsumsi BBM boros, dan tentu saja, pengeluaran yang tidak perlu. Selalu ikuti stiker rekomendasi di tutup tangki kendaraan, misalnya ‘Minimum RON 92’ berarti Anda tidak boleh menggunakan Pertalite.
Pertamax Green 95: Alternatif Ramah Lingkungan
Pertamina juga memperkenalkan Pertamax Green 95, BBM dengan Oktan (RON) 95 dan berwarna hijau. Produk ini merupakan campuran 5% etanol dari tebu, menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan.
Harga Pertamax Green 95 di Jawa Bali adalah Rp12.900 per liter, berada di antara Pertamax dan Pertamax Turbo. BBM ini ideal untuk kendaraan yang merekomendasikan RON 95 atau memiliki rasio kompresi antara 10.5:1 hingga 11.5:1.
Intinya, kecocokan oktan BBM dengan rasio kompresi mesin adalah kunci. Jangan sekadar ikut-ikutan atau terpancing mitos. Motor bebek dan mobil LCGC cukup dengan Pertalite. Motor matic 150cc dan mobil 1500cc paling pas menggunakan Pertamax.
Sementara, motor sport dan mobil turbo wajib menggunakan Pertamax Turbo untuk menjaga performa dan keawetan mesin. Meski selisih harga Pertamax dan Pertalite sekitar Rp2.300 per liter, investasi pada BBM yang tepat akan menjaga mesin lebih awet, bebas ngelitik, dan pembakaran lebih bersih dalam jangka panjang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.