Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Jawab Tantangan Geopolitik, Pemerintah Percepat Penataan Sektor Energi

Penataan sektor energi dipercepat lewat CNG dan B50
Pemerintah mempercepat penataan sektor energi lewat CNG, B50, dan diversifikasi impor untuk meredam risiko geopolitik global. (Ilustrasi: AI)

Dalam praktiknya, diversifikasi sumber impor memberi ruang tawar yang lebih baik. Indonesia tidak menggantungkan seluruh kebutuhan pada satu kawasan atau satu pemasok. Untuk negara sebesar Indonesia, fleksibilitas seperti ini penting. Sangat penting.

Pemerintah juga mencermati perubahan peta geopolitik yang bisa berdampak ke jalur logistik energi internasional. Bila suplai global tersendat, negara yang punya alternatif pasokan akan lebih siap menghadapi lonjakan harga. Karena itu, strategi impor masih dipertahankan, tapi dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan terukur.

Blok Masela dan pekerjaan rumah hulu migas

Di sektor hulu migas, pemerintah ikut mendorong percepatan proyek-proyek strategis yang selama ini bergerak lambat. Salah satu yang disorot adalah pengembangan Blok Masela. Bahlil mengakui proyek itu masih menghadapi sejumlah kendala yang membuat realisasinya tertahan. Kendala semacam ini, menurut pemerintah, tak bisa dibiarkan berlarut karena kebutuhan energi nasional terus meningkat.

Blok Masela punya arti strategis. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini dapat memperkuat pasokan gas domestik dalam jangka panjang. Artinya, tekanan terhadap impor bisa ditekan lagi, sementara basis energi nasional jadi lebih kuat. Bagi pemerintah, hulu migas yang berjalan lambat sama artinya dengan peluang yang hilang.

Karena itu, penataan sektor energi kini bergerak di beberapa jalur sekaligus: mengurangi impor LPG lewat CNG, menekan impor solar lewat B50, membuka alternatif impor minyak mentah, dan mendorong proyek hulu agar tidak macet. Jalurnya banyak. Bebannya juga besar.

Ke depan, keberhasilan strategi ini akan terlihat dari satu ukuran sederhana: apakah Indonesia benar-benar bisa menahan guncangan harga dan pasokan global tanpa membuat subsidi membengkak. Pemerintah sudah menaruh banyak kartu di atas meja. Tahap berikutnya ada pada eksekusi di lapangan.

Exceprt: Pemerintah mempercepat penataan sektor energi lewat CNG, biodiesel B50, diversifikasi impor, dan percepatan proyek hulu migas untuk menekan risiko geopolitik global.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda