JAKARTA — Peringkat 3 terbaik Piala Dunia 2026 masih jadi penentu hidup-mati Skotlandia setelah fase grup selesai pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Tim asuhan Andy Robertson itu belum aman, meski sementara berada di jalur delapan besar peringkat ketiga.
Nasib Skotlandia kini bergantung pada hasil enam grup terakhir yang belum menuntaskan laga. Satu kemenangan tipis dari tim lain bisa langsung menggeser posisi mereka. Satu gol, satu kartu, satu selisih. Semuanya bisa berpengaruh.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Peringkat 3 terbaik Piala Dunia 2026 dan kenapa penting
Format Piala Dunia 2026 berbeda dari edisi sebelumnya. Turnamen ini diikuti 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup. Juara dan runner-up grup otomatis lolos ke 16 besar, sedangkan delapan tiket tambahan diberikan kepada peringkat 3 terbaik dari seluruh grup.
Urutan penentuan memang ketat. FIFA memakai poin sebagai acuan pertama. Jika poin sama, selisih gol dipakai. Setelah itu jumlah gol, lalu fair play, baru undian bila masih buntu. Mekanisme ini membuat tim tak bisa hanya berharap pada hasil sendiri. Mereka juga harus memantau grup lain.
Bagi Skotlandia, aturan ini terasa kejam sekaligus memberi harapan. Mereka finis dengan tiga poin dari Grup C, namun hanya mencetak satu gol dan kalah telak 0-3 dari Brasil. Selisih gol mereka -3. Itu bukan angka nyaman untuk menunggu perbandingan antarkelompok.
“Kami kecewa kalah dari Brasil, tapi tiga poin itu hasil kerja keras. Sekarang kami dukung tim lain biar kami lolos,” kata kapten Skotlandia, Andy Robertson, seperti dikutip dari pernyataannya usai fase grup rampung.
Skotlandia di batas aman, tapi rapuh
Secara sementara, Skotlandia masih masuk daftar delapan peringkat 3 terbaik. Namun posisinya paling rawan dibanding tim lain yang sudah menyelesaikan pertandingan. Mereka hanya punya tiga poin, dan selisih gol minus tiga membuat peluang mereka mudah tergeser.
Enam grup tersisa, yakni Grup G sampai L, masih menyimpan ancaman. Tim peringkat ketiga dari grup-grup itu masih bisa menyalip jika menang di laga terakhir. Bahkan kemenangan 1-0 pun cukup untuk melewati Skotlandia dalam hitungan poin dan selisih gol. Jika ada tim yang mengoleksi poin sama dengan selisih gol lebih baik, Skotlandia langsung turun.
Opta memperkirakan peluang lolos Skotlandia di angka 42 persen. Tidak buruk. Tapi juga jauh dari aman. Angka itu menggambarkan betapa tipisnya margin mereka di klasemen peringkat ketiga.
Satu hal lain memperumit situasi: produktivitas gol. Skotlandia hanya membukukan satu gol sepanjang fase grup. Dalam skenario tiebreaker FIFA, angka itu bisa jadi pembeda yang menyakitkan bila ada tim lain dengan poin dan selisih gol serupa, tetapi torehan gol lebih banyak.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.