Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Format Baru FIFA

Skenario Sengit Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Skenario Sengit Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Foto: JournalArta

Fase grup Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 27 Juni 2026. Begitu laga terakhir fase grup selesai, FIFA akan merilis 32 tim yang lolos sekaligus bagan pertandingan fase gugur. Babak 32 besar kemudian langsung dimulai pada 28 Juni 2026, tanpa jeda panjang.

Jadwal rapat seperti itu menuntut manajemen fisik yang lebih cermat. Pelatih tidak hanya memikirkan taktik, tapi juga rotasi. Pemain yang tampil penuh di dua atau tiga laga grup bisa masuk ke fase knockout dengan kondisi terkuras. Untuk tim yang lolos sebagai runner-up atau peringkat ketiga terbaik, jarak pemulihan akan menjadi isu besar.

Pengundian bagan knockout direncanakan berlangsung pada Desember 2025. Drawing lebih awal ini membuat setiap tim bisa menghitung jalur yang mungkin mereka hadapi, tergantung status kelolosan dari fase grup. Dari sini, setiap federasi akan mulai menimbang skenario ideal: finis juara grup, runner-up, atau minimal mengincar posisi tiga terbaik.

Format babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada akhirnya mengubah turnamen menjadi lebih panjang, lebih padat, dan lebih kejam. Tim yang rapi di detail kecil akan punya keuntungan. Tim yang lengah, meski cuma sebentar, bisa langsung tersingkir.

“Di turnamen seperti ini, detail kecil menentukan hasil besar. Satu kartu, satu gol, satu kesalahan posisi bisa mengubah seluruh peta,” ujar pejabat FIFA itu. “Itu sebabnya fase grup tahun 2026 akan sangat penting sejak pertandingan pertama.”

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda