Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kalsel kemarin dari penerimaan pajak hingga Karhutla

Kalsel kemarin menyoroti penerimaan pajak dan antisipasi Karhutla
Kalsel kemarin mencatat penerimaan pajak naik 40,33 persen dan Pemkab Banjar bersiap menghadapi Karhutla di musim kering. (Ilustrasi: AI)

Karhutla Banjar dan ancaman musim kering

Kalau penerimaan pajak membawa kabar baik, Karhutla mengingatkan bahwa Kalsel masih harus siaga. Pemkab Banjar menyiapkan langkah cepat untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Kata “cepat” di sini penting. Saat lahan mulai kering, api bisa menjalar dalam hitungan jam, bukan hari.

Langkah antisipasi semacam ini biasanya berisi patroli, pemetaan titik rawan, koordinasi lintas instansi, hingga kesiapan alat pemadaman. Masyarakat di daerah sekitar lahan gambut atau area pertanian juga perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika asap mulai muncul. Jangan tunggu api membesar. Laporan dini jauh lebih berguna daripada penanganan terlambat.

Karhutla punya dampak yang luas. Sekali kebakaran terjadi, yang terdampak bukan hanya pemilik lahan. Sekolah bisa terganggu, aktivitas ekonomi melambat, dan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan menanggung beban paling berat. Karena itu, antisipasi bukan pekerjaan musiman. Harus rutin. Harus disiplin.

SPMB ramah anak dan layanan kesehatan baru

Di sektor pendidikan, Kemendikdasmen disebut mengawal pelaksanaan SPMB ramah anak di Kalimantan Selatan. Arah kebijakannya jelas: proses masuk sekolah tidak boleh menekan anak maupun orang tua. Jalur dan prosedur harus lebih tertib, mudah dipahami, dan meminimalkan praktik yang membuat keluarga kebingungan di awal tahun ajaran.

Kabar ini relevan karena penerimaan siswa baru kerap jadi momen paling sensitif di daerah. Orang tua ingin kepastian, sekolah ingin tertib, dan pemerintah ingin sistem berjalan adil. SPMB ramah anak memberi pesan bahwa layanan publik di pendidikan tidak cukup cepat; harus aman, transparan, dan manusiawi. Kalau prosesnya ribet, yang muncul bukan cuma antrean, tapi juga kecemasan. Itu yang hendak ditekan.

Dari sektor kesehatan, Bupati Hulu Sungai Tengah meresmikan enam layanan baru di RSUD H Damanhuri Barabai. Tambahan layanan seperti ini biasanya berarti warga punya lebih banyak pilihan untuk berobat tanpa harus jauh-jauh ke luar daerah. Untuk keluarga yang tinggal di kabupaten, akses kesehatan sering menentukan cepat atau lambatnya penanganan penyakit. Satu layanan baru bisa memangkas waktu tunggu. Kadang, itu yang paling berharga.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda