TANJUNG — Kalsel kemarin memotret dua hal yang langsung terasa di lapangan: uang daerah yang masuk makin besar, sementara ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap harus dijaga ketat. Pada Kamis, 25 Juni 2026, rangkaian berita dari Kalimantan Selatan yang dihimpun ANTARA menampilkan kenaikan penerimaan pajak, langkah antisipasi Karhutla, pengawalan SPMB ramah anak, pembukaan layanan baru di rumah sakit, sampai ajakan agar petani lebih cepat membaca perubahan teknologi.
Urutannya menarik. Di satu sisi, Direktorat Jenderal Pajak mencatat penerimaan pajak di Kalimantan Selatan tumbuh 40,33 persen dan menembus Rp4,72 triliun. Di sisi lain, Pemkab Banjar harus menyiapkan langkah cepat menghadapi musim yang rawan api. Dua kabar ini sama-sama penting karena menyangkut napas daerah: pendapatan untuk membiayai layanan publik, dan kesiapsiagaan agar aktivitas warga tidak terganggu asap.
Penerimaan pajak Kalsel tumbuh 40,33 persen
Data yang disampaikan DJP memberi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Penerimaan pajak Kalsel tumbuh 40,33 persen menjadi Rp4,72 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Di baliknya ada aktivitas usaha, transaksi, dan kepatuhan pajak yang bergerak lebih baik sepanjang periode pelaporan.
Bagi warga, kenaikan penerimaan seperti ini penting karena pajak menjadi salah satu sumber utama pembiayaan negara yang kembali ke daerah dalam bentuk belanja layanan publik, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Kalau penerimaan kuat, ruang fiskal ikut longgar. Pemerintah daerah punya napas lebih lebar untuk menutup kebutuhan dasar. Tapi, kenaikan itu tetap harus dibaca hati-hati. Tantangan ekonomi daerah belum habis: sektor tertentu masih rentan, biaya hidup tetap dijaga, dan dunia usaha perlu stabil supaya tren ini tidak hanya terjadi sesaat.
Di level praktis, kabar ini juga memberi pesan ke pelaku usaha kecil-menengah. Kepatuhan administrasi makin relevan, karena sistem pajak yang sehat biasanya bergerak seiring ekonomi yang tertib. Bagi warga biasa, ini berarti satu hal sederhana: daerah yang pendapatannya lebih kuat punya peluang lebih baik untuk memperbaiki layanan yang sehari-hari dipakai, dari jalan sampai fasilitas kesehatan.
Karhutla Banjar dan ancaman musim kering
Kalau penerimaan pajak membawa kabar baik, Karhutla mengingatkan bahwa Kalsel masih harus siaga. Pemkab Banjar menyiapkan langkah cepat untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Kata “cepat” di sini penting. Saat lahan mulai kering, api bisa menjalar dalam hitungan jam, bukan hari.
Langkah antisipasi semacam ini biasanya berisi patroli, pemetaan titik rawan, koordinasi lintas instansi, hingga kesiapan alat pemadaman. Masyarakat di daerah sekitar lahan gambut atau area pertanian juga perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika asap mulai muncul. Jangan tunggu api membesar. Laporan dini jauh lebih berguna daripada penanganan terlambat.
Karhutla punya dampak yang luas. Sekali kebakaran terjadi, yang terdampak bukan hanya pemilik lahan. Sekolah bisa terganggu, aktivitas ekonomi melambat, dan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan menanggung beban paling berat. Karena itu, antisipasi bukan pekerjaan musiman. Harus rutin. Harus disiplin.
SPMB ramah anak dan layanan kesehatan baru
Di sektor pendidikan, Kemendikdasmen disebut mengawal pelaksanaan SPMB ramah anak di Kalimantan Selatan. Arah kebijakannya jelas: proses masuk sekolah tidak boleh menekan anak maupun orang tua. Jalur dan prosedur harus lebih tertib, mudah dipahami, dan meminimalkan praktik yang membuat keluarga kebingungan di awal tahun ajaran.
Kabar ini relevan karena penerimaan siswa baru kerap jadi momen paling sensitif di daerah. Orang tua ingin kepastian, sekolah ingin tertib, dan pemerintah ingin sistem berjalan adil. SPMB ramah anak memberi pesan bahwa layanan publik di pendidikan tidak cukup cepat; harus aman, transparan, dan manusiawi. Kalau prosesnya ribet, yang muncul bukan cuma antrean, tapi juga kecemasan. Itu yang hendak ditekan.
Dari sektor kesehatan, Bupati Hulu Sungai Tengah meresmikan enam layanan baru di RSUD H Damanhuri Barabai. Tambahan layanan seperti ini biasanya berarti warga punya lebih banyak pilihan untuk berobat tanpa harus jauh-jauh ke luar daerah. Untuk keluarga yang tinggal di kabupaten, akses kesehatan sering menentukan cepat atau lambatnya penanganan penyakit. Satu layanan baru bisa memangkas waktu tunggu. Kadang, itu yang paling berharga.
Petani diminta cepat membaca teknologi
Di Hulu Sungai Selatan, Bupati HSS mengajak petani terbuka terhadap perkembangan teknologi dan adaptasi perubahan. Ajakan semacam ini makin relevan karena pertanian hari ini tidak cukup bertumpu pada kebiasaan lama. Cuaca berubah, pola tanam bergeser, harga input naik turun, dan pasar juga menuntut hasil yang lebih seragam.
Teknologi untuk petani tidak selalu berarti alat mahal. Bisa sesederhana informasi cuaca yang lebih akurat, teknik budidaya yang efisien, atau cara pemasaran yang lebih rapi. Kalau petani cepat beradaptasi, risiko gagal panen bisa ditekan. Kalau lambat, margin keuntungan makin tipis. Itu sebabnya ajakan untuk terbuka pada teknologi bukan slogan kosong. Ada uang, waktu, dan hasil panen yang dipertaruhkan.
Rangkaian kabar dari Kalsel kemarin menunjukkan satu benang merah: daerah yang sehat bukan cuma yang pendapatannya naik, tapi juga yang mampu menjaga layanan dasar tetap jalan saat ancaman datang. Pajak yang tumbuh, sekolah yang ramah anak, rumah sakit yang menambah layanan, petani yang beradaptasi, dan pemerintah daerah yang siaga Karhutla. Lima urusan itu saling mengunci.
Singkatnya, Kalsel kemarin memberi dua pelajaran sekaligus. Pendapatan daerah membaik, tapi kewaspadaan lapangan tetap harus tinggi. Dan satu angka yang paling mencolok tetap berdiri di depan mata: penerimaan pajak Kalsel tumbuh 40,33 persen menjadi Rp4,72 triliun.
Ringkasan singkat
1. Penerimaan pajak Kalsel naik 40,33 persen menjadi Rp4,72 triliun.
2. Pemkab Banjar menyiapkan langkah cepat menghadapi Karhutla.
3. Pendidikan, kesehatan, dan pertanian di Kalsel ikut bergerak lewat SPMB ramah anak, layanan baru RSUD, dan dorongan adopsi teknologi.
FAQ singkat
Apa isu utama Kalsel kemarin?
Kenaikan penerimaan pajak dan kesiapsiagaan Karhutla.
Siapa yang mengeluarkan data pajak?
Direktorat Jenderal Pajak.
Kenapa berita ini penting?
Karena menyangkut pendapatan daerah, keselamatan warga, layanan pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.