Para peneliti menduga Donaldjohanson dulu berputar setidaknya 10 kali lebih cepat daripada sekarang. Dalam 20 juta sampai 60 juta tahun terakhir, putarannya melambat. Akibatnya, keseimbangan antara gaya sentrifugal dan gravitasi ikut bergeser. Material lepas turun ke lereng, mengubah permukaan, dan membuat sejumlah kawah terlihat lebih halus di citra Lucy.
Efek YORP mengubah putaran asteroid
Perlambatan itu diduga dipicu oleh efek YORP, yaitu proses halus yang digerakkan sinar Matahari. Ketika cahaya Matahari memanaskan permukaan asteroid, energi itu dilepas lagi sebagai radiasi inframerah. Dorongannya sangat kecil. Nyaris tak terasa. Tapi karena bekerja terus-menerus dalam waktu sangat panjang, efeknya menumpuk.
Pada asteroid dengan bentuk tak beraturan seperti Donaldjohanson, dorongan kecil itu tidak saling meniadakan. Justru muncul torsi yang pelan-pelan mengubah putaran. Proses yang sama bisa memperlambat atau mempercepat spin asteroid lain. Bennu, misalnya, berputar sekali tiap empat jam. Ryugu sekitar sekali tiap tujuh jam. Keduanya diduga dulu berputar lebih lambat sebelum efek YORP mempercepatnya.
Lucy menjalani pertemuan ini sebagai latihan penting sebelum menyambangi asteroid Trojan Jupiter. Target berikutnya adalah Eurybates pada 12 Agustus 2027. Jadi, misi ini bukan hanya soal satu asteroid. Ini pemanasan operasi, pengujian sistem wahana, dan uji cara kerja tim misi sebelum masuk ke fase yang lebih rumit.
Jejak air purba di permukaan asteroid Donaldjohanson
Saat Lucy melaju di sekitar 30.000 mil per jam, instrumennya mendeteksi mineral lempung kaya besi di permukaan Donaldjohanson. Mineral seperti ini hanya dapat terbentuk bila ada air cair. Temuan itu langsung memancing pertanyaan penting: berapa lama air hadir di sana?
Jawabannya tampaknya singkat. Jika air bersentuhan terlalu lama, komposisi lempung biasanya berubah dan unsur besi digantikan magnesium. Namun, lempung di Donaldjohanson tetap kaya besi. Itu menandakan air cair hadir hanya dalam periode terbatas, bukan dalam rentang waktu panjang seperti yang diduga pada beberapa asteroid lain.
Di titik ini, perbandingan dengan Bennu dan Ryugu menjadi menarik. Kedua asteroid itu mengandung lempung kaya magnesium, tanda bahwa mereka mengalami paparan air jauh lebih lama, mungkin sampai jutaan tahun, ketika masih menjadi bagian dari badan induk yang lebih besar. Perbedaan komposisi ini memberi petunjuk bahwa perjalanan sejarah mereka tidak sama.
Mengapa perbandingan dengan Bennu dan Ryugu penting
Menurut para peneliti, Donaldjohanson berasal dari sisa berbatu asteroid besar yang kaya karbon dan air, lalu hancur dalam tabrakan di sabuk asteroid utama. Bennu dan Ryugu kemungkinan terbentuk lewat proses mirip di wilayah yang kurang lebih sama. Tapi usia dan riwayat orbit mereka berbeda jauh.
Donaldjohanson diperkirakan baru berumur sekitar 155 juta tahun. Bennu dan Ryugu jauh lebih tua, dengan usia sekitar 1 sampai 2 miliar tahun. Orbitnya pun tidak sama. Donaldjohanson tetap tinggal di sabuk asteroid sejak terbentuk, sedangkan Bennu dan Ryugu bermigrasi ke orbit dekat Bumi. Jalur itu membuat keduanya cocok untuk misi pengambilan sampel.
Perbandingan semacam ini membantu ilmuwan menyusun potongan puzzle asal-usul Tata Surya. Soalnya, asteroid menyimpan materi sisa pembentuk planet. Satu perbedaan kecil pada komposisi, putaran, atau bentuk bisa menjadi petunjuk besar tentang kapan dan di mana benda itu lahir.
Lucy masih akan menempuh perjalanan panjang ke target-target berikutnya. Tapi satu kunjungan singkat ke Donaldjohanson saja sudah cukup untuk membuka cerita yang rumit: asteroid ini terbentuk dari tabrakan kuno, dipelintir sinar Matahari, sempat tersentuh air, dan kini berputar tidak seperti kebanyakan batu langit. Umurnya pun baru sekitar 155 juta tahun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.