Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Asteroid Donaldjohanson Ternyata Berputar Tak Biasa, Kata NASA

Asteroid Donaldjohanson berputar tak biasa di sabuk asteroid
Asteroid Donaldjohanson yang dipotret Lucy NASA berputar tak biasa, punya jejak air cair, dan menyimpan petunjuk tabrakan purba. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — asteroid Donaldjohanson ternyata berputar tak seperti asteroid biasa. Wahana Lucy milik NASA menemukan batu ruang angkasa berbentuk kacang ini bergoyang saat berputar, menyimpan jejak tabrakan purba, dan masih membawa tanda pernah bersentuhan dengan air cair.

Temuan itu datang dari lintasan dekat Lucy pada 20 April 2025, ketika wahana melintas hanya sekitar 650 mil dari Donaldjohanson saat menuju kelompok asteroid Trojan Jupiter. Hasil pengamatan pertama dari jarak dekat itu memberi gambaran yang jauh lebih rinci dibanding pengamatan dari Bumi, mulai dari bentuk ganda, permukaan berlekuk, sampai pola rotasi yang rumit.

Peneliti melaporkan hasil awalnya pada 18 Juni di jurnal Science. Bagi tim misi, flyby ini bukan sekadar “pemanasan” sebelum Lucy bertemu asteroid Trojan berikutnya pada 12 Agustus 2027, saat mendekati Eurybates. Tapi data dari Donaldjohanson memberi bonus besar: bahan pembanding baru untuk memahami sejarah pembentukan asteroid di Tata Surya.

Asteroid Donaldjohanson dan rotasi yang tidak biasa

Selama ini, pengamatan dari Bumi menunjukkan pola kecerahan yang berulang setiap 10,5 hari. Dari situ, para astronom menduga Donaldjohanson hanya memanjang dan berputar sederhana. Lucy membantah dugaan itu.

Lewat pengukuran dekat, para ilmuwan melihat asteroid ini tidak berotasi seperti gasing yang stabil pada satu sumbu. Donaldjohanson justru berperilaku seperti gasing yang oleng. Ia berputar ujung ke ujung setiap 10,5 hari, sambil bergoyang maju-mundur di sekitar sumbu panjangnya setiap 26,5 hari.

Perilaku itu penting. Rotasi yang tidak stabil dapat memberi petunjuk tentang komposisi bagian dalam, sejarah tumbukan, dan perubahan bentuk permukaan dari waktu ke waktu. Bagi ilmuwan, detail kecil semacam ini sering jadi kunci.

Bentuk kacang dan jejak tabrakan purba

Lucy juga memperlihatkan bahwa asteroid Donaldjohanson bukan satu bongkah utuh. Benda ini terdiri dari dua lobus yang saling terhubung oleh leher sempit. Para peneliti menyebut bentuk seperti ini sebagai bilobat.

Bentuk itu kemungkinan lahir dari dua fragmen hasil tabrakan besar yang perlahan saling mendekat, lalu menyatu karena gravitasi sendiri. Asteroid ini diperkirakan terbentuk sekitar 155 juta tahun lalu. Dalam skala Tata Surya, itu masih muda. Sangat muda.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda