JAKARTA — asteroid Donaldjohanson yang dipotret wahana Lucy milik NASA ternyata tidak berputar seperti benda langit biasa. Objek kecil di sabuk asteroid utama itu bergoyang seperti gasing miring, berbentuk dua lobus mirip kacang, dan menyimpan petunjuk soal tabrakan lama, dorongan halus cahaya Matahari, serta jejak air cair yang pernah singgah di permukaannya.
Temuan ini datang dari lintasan terdekat Lucy pada 20 April 2025, saat wahana itu melintas sekitar 650 mil dari Donaldjohanson. Hasil pengamatan, yang dilaporkan para peneliti di jurnal Science pada 18 Juni, menunjukkan bahwa asteroid itu menyimpan sejarah yang jauh lebih rumit dibanding dugaan awal astronom dari pengamatan berbasis Bumi.
Lucy mengungkap asteroid Donaldjohanson berputar tak wajar
Selama ini, pengamatan dari Bumi hanya memperlihatkan pola perubahan kecerahan yang berulang. Dari sana, para astronom menduga Donaldjohanson adalah benda memanjang yang berputar sekali setiap 10,5 hari Bumi. Dugaan itu tidak sepenuhnya salah. Tapi belum lengkap.
Begitu Lucy mendekat, kamera dan instrumen ilmiahnya memperlihatkan kenyataan lain. Donaldjohanson ternyata tidak hanya berputar end-over-end setiap 10,5 hari. Ia juga bergoyang bolak-balik pada sumbu panjangnya setiap 26,5 hari. Gerakannya menyerupai gasing yang kehilangan keseimbangan. Tidak stabil, tetapi teratur.
Inilah yang membuat ilmuwan tertarik. Pola rotasi seperti ini memberi petunjuk tentang sejarah internal dan mekanik kecil yang bekerja selama jutaan tahun. Dari satu asteroid, mereka bisa membaca jejak tumbukan, perubahan putaran, sampai cara permukaan menyusut dan bergerak pelan.
Bentuk dua lobus dan jejak tabrakan lama
Lucy juga menangkap detail bentuk Donaldjohanson dengan sangat jelas. Asteroid itu bukan bongkahan tunggal, melainkan dua bagian yang menyatu di bagian sempit seperti leher. Para peneliti menyebutnya bilobate. Bentuk semacam ini biasanya lahir dari dua fragmen hasil tabrakan yang saling mendekat, lalu bergabung karena gravitasi sendiri.
Para ilmuwan memperkirakan Donaldjohanson terbentuk sekitar 155 juta tahun lalu. Usianya masih muda dalam skala tata surya, apalagi jika dibandingkan dengan Bennu dan Ryugu, dua asteroid yang sudah pernah disambangi misi pengembalian sampel dan diperkirakan berusia 1 hingga 2 miliar tahun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.