JAKARTA — Ford mengakui sistem inspeksi berbasis AI yang mereka andalkan selama bertahun-tahun tidak memberikan hasil yang diharapkan. Solusinya sederhana namun tak murah: rekrut kembali ratusan insinyur veteran yang sudah lama meninggalkan perusahaan.
Lebih dari 350 spesialis berpengalaman — secara internal dipanggil gray beards, alias para veteran berambut abu-abu — dipanggil pulang dalam tiga tahun terakhir. Tugas mereka: memimpin tinjauan kualitas dan memperbaiki kesalahan yang ditinggalkan sistem otomatis. Hal ini pertama kali dilaporkan Bloomberg.
Kumar Galhotra, Chief Operating Officer Ford, berterus terang. “Kami semakin mengandalkan sistem kualitas otomatis dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Kami memanggil kembali para spesialis teknis, dan mereka berburu titik-titik kelemahan sebelum satu pun komponen menyentuh lantai pabrik,” katanya.
Pengakuan Jujur dari VP Ford
Yang paling mengejutkan bukan keputusannya — melainkan pengakuan terang-terangan dari Charles Poon, VP Vehicle Hardware Engineering Ford. Ia mengakui perusahaan meremehkan nilai insinyur paling berpengalamannya sendiri.
“Selama beberapa tahun sebelumnya, kami tidak memberikan perhatian sebesar yang seharusnya kepada insinyur paling berpengetahuan yang telah melewati banyak siklus produk bersama kami,” ujar Poon. “Kami keliru berpikir bahwa hanya dengan memperkenalkan kecerdasan buatan dan memasukkan persyaratan desain yang kami miliki, itu akan menghasilkan produk berkualitas tinggi.”
Kalimat terakhir itu berat. Ford bukan perusahaan kecil yang coba-coba. Ini produsen otomotif raksasa dengan puluhan tahun pengalaman, dan mereka pun terpeleset pada asumsi yang sama: bahwa AI bisa menggantikan keahlian manusia yang terakumulasi selama puluhan tahun.
Hasilnya: Juara Kualitas Pertama Kali dalam 16 Tahun
Kembalinya para insinyur senior sudah membuahkan hasil yang terukur. Dalam survei J.D. Power Initial Quality Survey terbaru, Ford meraih peringkat teratas di antara merek-merek mainstream. Ini pertama kalinya Ford meraih posisi itu dalam 16 tahun.
Lompatan itu bukan kebetulan. Para insinyur veteran membawa sesuatu yang tidak bisa sekadar di-upload ke sistem: intuisi yang terbentuk dari ratusan siklus produksi, ingatan tentang kegagalan lama, dan kemampuan membaca anomali kecil yang belum pernah masuk ke dataset pelatihan AI mana pun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.