Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Ribuan Demonstran Serbia Terus Protes Meski Vucic Janji Turun Tahta

Ribuan demonstran Serbia menggelar aksi protes damai di alun-alun Kraljevo sambil membawa bendera nasional dan spanduk bertul
Ribuan demonstran Serbia terus protes di Kraljevo meski Vucic janji mundur. (Ilustrasi: AI)

BEOGRAD — Ribuan demonstran tetap memadati kota Kraljevo, Serbia, Minggu kemarin, menggelar aksi unjuk rasa massal meski Presiden Aleksandar Vucic telah menjanjikan akan mundur dalam beberapa minggu ke depan untuk membuka jalan bagi pemilihan presiden dan parlemen awal. Mereka tidak puas. Kekhawatiran justru menggantikan rasa lega—takut bahwa janji itu hanya sekedar topeng, bukan komitmen nyata.

“Saya tak bisa membayangkan dia benar-benar mundur dan menyerahkan kekuasaan ke orang lain,” ujar Marko Djokic, ahli IT berusia 41 tahun yang pulang ke kampung halamannya mengikuti aksi massa di Kraljevo. Nada skeptisnya mencerminkan sentimen ribuan peserta lainnya yang berkumpul di alun-alun pusat kota itu.

Janji yang Menggantung

Vucic, yang telah berkuasa selama 12 tahun baik sebagai perdana menteri maupun presiden, menghadapi momentum protes yang terus bergolak sejak akhir 2024. Gelombang penolakan ini dipicu oleh tragedi runtuhnya atap beton di stasiun kereta api Novi Sad pada 1 November 2024, yang menewaskan 16 orang—sebagian besar pelajar dan pengguna transportasi publik.

Bencana itu menjadi titik ledak. Para mahasiswa menjadi garda depan gerakan, namun kini meluas ke berbagai lapisan masyarakat—dari pekerja pabrik hingga pensiunan. Mereka menganggap runtuhnya atap sebagai simbol nyata dari 12 tahun ketidakpedulian dan manajemen buruk di bawah kepemimpinan Vucic. Bukan hanya tentang infrastruktur yang tidak dirawat, melainkan tentang sistem yang gagal melindungi warganya.

Di Kallas Stara Kapija, alun-alun historis Kraljevo, suhu memanas saat ribuan pengunjuk rasa berkumpul. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Para Mahasiswa Menang”—sebuah pesan yang menekankan daya tekan gerakan yang telah menggerakkan jutaan suara di jalanan Serbia dalam sebulan terakhir. Bendera merah-putih-biru berkibar-kibar di antara kerumunan, sementara aksi berlangsung damai meski tegang. Polisi berjaga dari jauh. Tidak ada bentrokan, hanya tekanan—tekanan yang terasa di setiap kata yang diucapkan peserta.

Skeptisisme Mendalam Terhadap Kepemimpinan

Jaminan Vucic untuk turun dari kursi presiden terasa belum cukup untuk meredakan amarah publik. Banyak yang melihat janji ini sebagai taktik penyelamatan diri di saat tekanan meningkat, bukan pengakuan jujur atas tuntutan rakyat. Pasalnya, Vucic belum menjelaskan siapa penggantinya atau bagaimana transisi kekuasaan akan dilakukan secara transparan.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda