JAWA TIMUR, JOURNALARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di seluruh wilayahnya tetap aman dan mencukupi. Munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di SPBU Junok, dipastikan bukan disebabkan oleh berkurangnya stok atau pemotongan kuota, melainkan akibat keterlambatan proses pengiriman dari PT Pertamina.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Bangkalan, Moh. Rasuli, menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi dengan pengelola SPBU terkait kondisi antrean yang sempat mencapai panjang sekitar 500 meter.
Keterlambatan Pengiriman Jadi Penyebab Utama
Menurut penjelasan Rasuli, keterlambatan jadwal distribusi menjadi pemicu utama penumpukan kendaraan. Pengiriman BBM subsidi yang seharusnya tiba pada rentang waktu pagi hingga siang hari, baru diterima oleh SPBU pada sore hingga malam hari. Akibatnya, persediaan di lokasi sempat kosong sementara menunggu kedatangan pasokan baru.
“Begitu kiriman BBM subsidi tiba, masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi langsung melakukan pengisian secara bersamaan. Inilah yang membuat antrean terlihat sangat panjang, terutama untuk jenis solar subsidi,” jelas Moh. Rasuli.
Stok dan Kuota Tetap Terjaga
Pemerintah daerah menegaskan bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan ketersediaan jangka panjang. Baik jumlah kuota yang dialokasikan maupun stok BBM subsidi untuk wilayah Bangkalan dipastikan tidak berkurang dan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menyikapi situasi tersebut, Pemkab Bangkalan mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan yang belum tentu benar dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Stok dan kuota BBM subsidi di Kabupaten Bangkalan aman. Belilah sesuai kebutuhan dan jangan menimbun, karena hal itu melanggar ketentuan dan justru bisa membuat distribusi menjadi tidak merata,” tegasnya.
Pemantauan Berkelanjutan
Untuk memastikan kelancaran pasokan ke depannya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Diskopumdag bersama Dinas Komunikasi dan Informatika akan terus melakukan pemantauan rutin serta menjalin koordinasi ketat dengan pihak PT Pertamina dan pengelola SPBU.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan kepada warga dapat berjalan dengan optimal.
Pertanyaan Umum
Q: Mengapa antrean di SPBU Bangkalan menjadi panjang?
A: Disebabkan keterlambatan pengiriman BBM dari Pertamina, bukan karena stok atau kuota berkurang.
Q: Apakah ada risiko kelangkaan BBM subsidi di Bangkalan?
A: Tidak. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan tetap aman dan mencukupi.
Q: Apa imbauan yang disampaikan kepada masyarakat?
A: Tetap tenang, beli sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan penimbunan.
Q: Apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini?
A: Terus berkoordinasi dengan Pertamina dan SPBU agar distribusi tepat waktu serta memantau kondisi lapangan.
Sumber: Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.