Sabtu, 27 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Beras Cabai Telur Ayam Hari Ini 26 Juni 2026: Update Pasar Palembang

Harga Beras Cabai Telur Ayam Hari Ini 26 Juni 2026
Harga beras cabai telur di Palembang pada 26 Juni 2026 masih bergerak campur aduk. (Ilustrasi: AI)

PALEMBANG, JOURNALARTA.COMHarga beras cabai telur di Palembang pada 26 Juni 2026 masih bergerak campur aduk. Cabai rawit merah tetap paling mahal, sementara telur ayam dan beras relatif stabil di bawah batas harga acuan yang dipantau pedagang dan PIHPS Bank Indonesia.

Pergerakan harga ini terasa langsung di kantong warga. Selisih antarpasar masih lebar, terutama untuk cabai rawit, cabai merah keriting, dan ayam potong. Di Pasar 26 Ilir dan Pasar KM 5, pedagang menyebut harga bisa beda tipis antarlapak, tergantung stok dan kualitas barang.

Daftar harga beras cabai telur hari ini

Data pantauan yang dihimpun dari PIHPS Bank Indonesia dan pedagang eceran di Palembang menunjukkan komoditas pangan pokok masih berada di rentang yang beragam. Cabai rawit merah tercatat paling tinggi di kelompok cabai, sedangkan beras medium terpantau stabil.

No Komoditas Harga rata-rata nasional Pantauan Palembang Keterangan
1 Cabai rawit merah Rp69.750/kg Rp62.000-Rp65.000/kg Paling mahal di kelompok cabai
2 Cabai merah keriting Rp56.150/kg Rp50.000/kg Turun dari Rp60.000 pasca-Lebaran
3 Telur ayam ras Rp29.750/kg Rp29.000/kg Di bawah HET Rp30.000
4 Daging ayam ras/potong Rp37.200/kg Rp35.000-Rp38.000/kg Turun dari Rp38.000 pasca-Lebaran
5 Bawang merah Rp50.950/kg Rp44.000/kg Turun dari Rp48.000
6 Bawang putih Rp43.600/kg Rp32.000/kg Stabil sejak Lebaran
7 Beras medium Rp16.250/kg Rp14.607/kg Stok aman

Catatan pengambilan data Palembang berasal dari Pasar 26 Ilir pada 29 Mei 2026 dan Pasar KM 5 pada 12 Februari 2026, sedangkan angka nasional mengacu pada pantauan PIHPS BI per 26 Juni 2026.

Kenapa cabai masih mahal

Cabai rawit merah belum turun jauh dari posisi tinggi. Di pasar Palembang, harga sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram setelah Lebaran. Pedagang menyebut cuaca hujan membuat panen terlambat, sementara distribusi dari sentra produksi di Jawa juga belum sepenuhnya lancar.

Harga cabai yang bertahan di level atas penting karena komoditas ini paling cepat memengaruhi biaya belanja harian. Begitu harga cabai naik, rumah tangga biasanya langsung mengubah pola belanja. Ada yang mengurangi porsi, ada yang beralih ke cabai merah keriting yang lebih murah.

“Cabai rawit memang masih tinggi karena pasokan belum normal. Kalau cuaca membaik, biasanya harga ikut turun,” kata seorang pedagang di kawasan Pasar 26 Ilir yang memantau pergerakan barang harian.

Harga beras cabai telur dan dampaknya ke dompet

Telur ayam ras justru terlihat paling aman. Harga nasional Rp29.750 per kilogram dan pantauan Palembang Rp29.000 per kilogram masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi atau HET Rp30.000. Situasi ini memberi ruang bagi warga yang mengandalkan telur sebagai sumber protein murah.

Beras medium juga terjaga. Pantauan Palembang berada di Rp14.607 per kilogram, sementara angka nasional menurut PIHPS BI Rp16.250 per kilogram. Pemerintah menyebut stok beras masih aman dan belum ada alasan fundamental untuk kenaikan tajam. Jalur distribusi dan cadangan Bulog ikut menjaga pasokan tetap stabil.

Ayam potong ikut melemah dibanding momen Lebaran. Dari sekitar Rp38.000 per kilogram, kini banyak pedagang melepas di kisaran Rp35.000 sampai Rp38.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga cenderung turun atau stabil, sehingga tekanan di dapur belum terlalu berat kecuali pada komoditas cabai.

Tips belanja hemat di pasar

Warga yang ingin menahan pengeluaran bisa menyiasati belanja dari komoditas yang sedang mahal. Cabai rawit bisa diganti sebagian dengan cabai merah keriting agar biaya masak tidak melonjak tajam. Belanja pagi juga kerap memberi harga lebih bersahabat karena stok masih lengkap dan pedagang belum menaikkan harga untuk menutup risiko sisa barang.

Untuk beras, program SPHP dari Bulog masih menjadi pilihan yang paling dicari ketika harga pasar bergerak naik. Harga SPHP disebut berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan bisa ditemui lewat outlet Bulog atau operasi pasar. Jika ada pedagang menjual telur jauh di atas HET, warga bisa melapor ke Satgas Pangan atau perangkat pasar setempat.

Perbedaan harga antarpedagang wajar terjadi. Namun, untuk komoditas utama seperti beras, cabai, telur, dan ayam potong, selisih yang terlalu lebar biasanya menandakan stok belum seragam.

“Pembeli sekarang lebih cermat. Mereka bandingkan dulu tiga lapak sebelum bayar,” kata pedagang lain di Pasar KM 5.

Dengan begitu, harga beras cabai telur di Palembang hari ini masih memberi sinyal yang campur: cabai belum reda, telur aman, beras stabil, dan ayam potong mulai normal lagi. Warga tetap perlu cek harga di pasar terdekat sebelum belanja. Itu cara paling aman.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda