Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

NASA Uji AI Medic Astronot untuk Misi Jauh dari Bumi

AI medic astronot diuji untuk misi jauh dari Bumi
Astronot Ai. (Ilustrasi: AI)

Di sinilah nilai praktis AI medic astronot terlihat. Sistem ini bukan obat, bukan dokter, dan bukan ruang gawat darurat berjalan. Tapi ia bisa menjadi lapisan pertama yang membantu kru memilah mana keluhan ringan, mana yang perlu tindakan lanjutan, dan mana yang harus dilaporkan segera ketika jaringan memungkinkan.

Uji masih di Bumi, tapi arahnya jelas

Yang diuji saat ini belum berada di luar angkasa. CMO-DA berjalan di “kembar” terestrial dari HPE Spaceborne Computer yang ada di ISS. Cara ini memungkinkan pengembang menguji ketahanan sistem, akurasi jawaban, dan perilaku model AI sebelum dipasang ke lingkungan antariksa sungguhan.

Red Hat menjelaskan bahwa CMO-DA awalnya lahir sebagai proof of concept. Setelah itu, sistem berpindah dari model berbasis cloud ke deployment edge yang sepenuhnya terputus. Langkah ini krusial. Di luar orbit rendah Bumi, ketergantungan pada cloud justru jadi titik lemah.

HPE juga punya peran besar. Spaceborne Computer sudah memasuki iterasi ketiga di ISS. Perangkat itu dibangun dari komponen komersial siap pakai, dengan server HPE Edgeline dan Proliant yang sanggup menangani beban machine learning dan AI. Jadi, fondasi perangkat kerasnya memang ditujukan untuk komputasi berat di lingkungan ekstrem.

“Setelah divalidasi di Bumi, CMO-DA akan didemonstrasikan kepada pimpinan NASA agar mereka bisa menilai penggunaan lanjutan,” kata Red Hat. Tahap berikutnya masih panjang. Belum ada jadwal resmi untuk penerapan penuh di ISS, apalagi ke misi antariksa yang lebih jauh.

Kenapa teknologi ini relevan untuk pembaca

Kehadiran AI medic astronot memberi gambaran yang makin nyata soal arah AI di dunia nyata: bukan cuma chatbot, tetapi juga alat bantu keputusan di ruang dengan risiko tinggi. Dari rumah sakit terpencil sampai kapal laut, dari lokasi tambang sampai pos riset kutub, model semacam ini punya potensi dipakai saat tenaga ahli sulit dijangkau.

Bagi publik, proyek ini juga menunjukkan satu hal yang sering luput: AI yang berguna bukan selalu yang paling ramai. Kadang justru yang bekerja diam-diam, lokal, tanpa internet, dan fokus pada satu tugas penting. Di ruang angkasa, satu keputusan cepat bisa berarti perbedaan besar.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda